Ia menjelaskan, dengan pemberian asuransi tersebut, jika nantinya mereka gagal bertani, kerugiannya ditanggung asuransi. Dengan hal ini diharapkan masyarakat kembali mau bertani. Nantinya permodalan dibantu lewat Kredit Usaha Rakyat.
"Jadi permodalannya di-back up full oleh bank. Kegiatannya kita bantu sejak bibit pupuk dan alat-alat pertanian. Itu yang bikin motivasi sehingga masyarakat mau pulang ke kampung untuk melakukan pertanian. Di samping itu infrastruktur menuju ke daerah-daerah pertanian kita buka, baik memberikan dana hibah kepada kabupaten kota untuk mereka melakukan pembukaan jalan-jalan pertanian," tutur Olly.
(Erha Aprili Ramadhoni)