Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Ungkap Kasus Peredaran 800 Tabung Oksigen Palsu dari Alat Pemadam Kebakaran

Lukman Hakim , Jurnalis-Rabu, 18 Agustus 2021 |14:19 WIB
Polisi Ungkap Kasus Peredaran 800 Tabung Oksigen Palsu dari Alat Pemadam Kebakaran
Polisi ungkap ungkap peredaran 800 tabung oksigen palsu (Foto : Polda Jatim)
A
A
A

SURABAYA - Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil menangkap NW alias NG (52) lantaran diduga mengedarkan 800 tabung oksigen palsu. Warga Surabaya yang tinggal di Jalan Simorejo Kelurahan Sukomanunggal Kecamatan Simomulyo itu memodifikasi alat pemadam kebakaran atau APAR dan diubah menjadi seolah-olah tabung oksigen.

Kasus ini berawal pada Selasa 27 Juli 2021. Saat itu, korban berinisial WD membeli tabung oksigen ukuran 1 meter kubik dari penjual online berinisial DA. Tercapai kesepakatan harganya Rp4 juta.

Harga itu terdiri dari tabung oksigen seharga Rp3 juta dan regulator seharga Rp1 juta. Setelah tabung oksigen digunakan orang tua WD yang sedang positif Covid-19, kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik.

Bahkan ada masalah terhadap pernapasan dan kondisinya semakin memburuk. Sehingga timbul kecurigaan terhadap tabung oksigen tersebut. Pada saat dilakukan pemeriksaan, ternyata tabung itu mempunyai warna dasar merah dan bentuknya sama persis dengan tabung APAR.

“Informasi awal itu diberikan kepada petugas,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta di Mapolda Jatim, Rabu (18/8/2021).

Lalu, pada Kamis 12 Agustus 2021, petugas melakukan penggeledahan terhadap NW yang pemilik CV Surya Artha Kencana di Jalan Simorejo Timur, Surabaya. Perusahaan ini bergerak dibidang pengisian alat pemadam kebakaran.

Tabung oksigen palsu (Foto : Polda Jatim)

Baca Juga : Marak Selebaran Kritik Perpanjangan PPKM, Polda Jateng Antisipasi

Ditemukan bahwa perusahaan itu membuat tabung oksigen medis dari APAR bekas. Tabung oksigen palsu itu lantas dijual kepada masyarakat di wilayah surabaya dan sekitarnya.

“Pembuatan tabung ini dilakukan sejak Juni 2021 hingga sekarang. Harga per tabung dijual seharga Rp4 juta. Yang sudah terjual sekitar 50 tabung,” kata Nico.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement