Share

Persaingan Posisi PM Malaysia Memanas

Agregasi VOA, · Kamis 19 Agustus 2021 06:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 19 18 2457592 persaingan-posisi-pm-malaysia-memanas-N6XnImkZhN.jpeg Anwar Ibrahim, salah satu kandidat PM Malaysia. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR - Persaingan untuk menjadi perdana menteri Malaysia berikutnya meningkat pada Rabu (18/7), menjelang tenggat yang ditetapkan raja bagi anggota parlemen untuk mengajukan nama kandidat pilihan mereka. 

Raja Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah telah mengesampingkan pemilihan umum baru karena banyak bagian negara itu adalah zona merah Covid-19 dan fasilitas kesehatan tidak memadai.

Muhyiddin Yassin, yang mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada hari Senin (16/8), telah ditunjuk sebagai pemimpin sementara sampai ditetapkan penggantinya.

Muhyiddin mundur setelah kurang dari 18 bulan menjabat di tengah pertikaian dalam aliansinya dan meningkatnya kemarahan publik atas apa yang secara luas dianggap sebagai penanganan pandemi yang buruk oleh pemerintahannya.

Malaysia memiliki salah satu tingkat infeksi dan kematian per kapita tertinggi di dunia, meskipun keadaan darurat tujuh bulan dan PSBB diberlakukan sejak Juni.

Peran raja sebagian besar bersifat seremonial di Malaysia, tetapi dia menunjuk orang yang dia yakini memiliki dukungan mayoritas di Parlemen sebagai perdana menteri.

Baca juga: PM Malaysia Muhyiddin Yassin Mundur, Ini Dampaknya ke Ekonomi Negeri Jiran

Sultan Abdullah bertemu dengan para pemimpin partai politik pada hari Selasa, dan memutuskan bahwa semua anggota parlemen harus secara individu menyerahkan nama-nama kandidat pilihan mereka untuk jabatan puncak itu ke istana selambatnya pukul 4 sore Rabu (18/8).

Persaingan tampaknya telah mengerucut menjadi dua kandidat utama: mantan Wakil Perdana Menteri Ismail Sabri dan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim.  

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini