Polisi Tangkap Pria yang Bawa Bom dalam Mobil Pikap, Penembak Jitu Dikerahkan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 20 Agustus 2021 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 18 2458461 polisi-tangkap-pria-yang-bawa-bom-dalam-mobil-pikap-penembak-jitu-dikerahkan-rLz6x6L3It.jpg Polisi berjaga-jaga di tempat kejadian (Foto: Twitter)

WASHINGTON - Seorang pria ditangkap setelah membuat ancaman bom di dekat gedung Kongres di ibukota Amerika Serikat (AS), Washington DC.

Pria itu, yang diidentifikasi sebagai Floyd Ray Roseberry, 49, menyerah beberapa jam setelah ancaman itu dibuat. Polisi Capitol AS telah bernegosiasi dengan pengemudi yang memarkir truk pikap di dekat Perpustakaan Kongres, di seberang gedung Capitol dan Mahkamah Agung AS.

Motifnya masih belum diketahui, tetapi laporan yang belum dikonfirmasi mengklaim bahwa dia adalah pendukung Donald Trump.

Sumber penegak hukum mengatakan kepada CNN bahwa seorang pria di sebuah truk pikap telah "membuat ancaman," dan negosiator polisi sedang dalam perjalanan untuk berbicara dengannya. Seorang sumber mengatakn truk pikap yang dikendarai pria itu ke tempat kejadian tidak memiliki pelat nomor.

Menurut Chicago Tribune, penembak jitu juga dikirim ke tempat kejadian. CNBC melaporkan bahwa beberapa petugas terlihat mengenakan masker gas.

(Baca juga: Polisi Selidiki Ancaman Bom di Gedung Capitol)

Kepala Polisi J Thomas Manger dari Capitol Police pada konferensi pers mengatalan polisi berkomunikasi dengan Roseberry melalui papan tulis dan menggunakan robot untuk mengiriminya telepon. Namun telepon ini tidak digunakan.

Pria di mobil pikap itu meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah seperti "Selatan datang untukmu" dan "Revolusi sedang berlangsung".

Roseberry kemudian melangkah keluar dari truk dan menyerah.

(Baca juga: Anggota Parlemen Sumbangkan Jas yang Dipakai untuk Bersihkan Sampah saat Kerusuhan Gedung Capitol)

"Dia menyerah dan tidak melawan dan orang-orang kami dapat menahannya tanpa insiden," kata Manger.

ABC 13 News sebelumnya melaporkan bahwa sebuah kendaraan diparkir di trotoar di 1st Street Washington dan seorang tersangka berada di dalam kendaraan "memegang sesuatu di tangannya".

Tersangka mengaku memiliki sejumlah Tannerite, yang merupakan bahan peledak biner yang sering digunakan untuk latihan senjata api.

"Kami punya beberapa pilihan di sini Joe. Anda menembak saya, dua setengah blok akan bersama saya,” teriak tersangka.

Polisi Washington mengatakan penyelidik di tempat kejadian sedang bekerja untuk menentukan apakah perangkat yang dicurigai merupakan bahan peledak yang layak dan apakah pria di dalam truk itu memegang detonator.

Tersangka mengklaim jika lima bom telah disebar ke wilayah DC,

Polisi Capitol pun langsung mencuitkan agar warga menjauhi area. "USCP menanggapi kendaraan mencurigakan di dekat Perpustakaan Kongres. Harap menjauh dari area ini,” cuit polisi.

Gedung Capitol diketahui sedang ‘lockdown’ akibat pandemi Covid-19 saat polisi sedang menyelidiki kemungkinan bahan peledak di sebuah truk pikap di luar Perpustakaan Kongres.

Staf di gedung perpustakaan Jefferson diberitahu untuk tidak menggunakan pintu keluar di sisi barat gedung, dan menggunakan terowongan bawah tanah Capitol.

Juru bicara Gedung Capitol Patricia McCabe mengatakan kepada wartawan jika Gedung Mahkamah Agung terdekat dievakuasi tak lama setelah pukul 10.00 pagi waktu setempat.

Peringatan terpisah yang dikirim ke staf di Perpustakaan James Madison Memorial Building memperingatkan mereka untuk berlindung di kantor mereka, mematikan semua perangkat elektronik dan menjauh dari pintu dan jendela.

Sumber Gedung Putih mengatakan staf kepresidenan sedang memantau situasi dan telah diberi pengarahan oleh penegak hukum.

Otoritas Transit Area Metropolitan Washington mengatakan bahwa kereta bawah tanah tidak akan berhenti dan hanya akan melewati stasiun Capitol South karena penyelidikan.

Sementara itu, Facebook langsung menonaktifkan dan menghapus profilnya setelah video yang beredar viral, termasuk aksi Roseberry melakukan streaming langsung Facebook.

Pengguna Twitter Sydney Bobb mengaku telah cukup dekat dengan tersangka untuk mengambil foto.

Agen federal juga langsung menggerebek rumah Roseberry di Grover, North Carolina selama pertikaian terjadi.

Insiden itu terjadi hanya beberapa bulan setelah sebuah bom pipa ditinggalkan di markas besar Komite Nasional Demokrat dan Komite Nasional Partai Republik di Washington.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini