TANGERANG - Kapolrestro Tangerang, Kombes Deonijiu De Fatima mengatakan, kasus mural mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertuliskan 404: Not Found di Tangerang, tidak masuk ranah pidana.
Menurutnya, mural yang viral tersebut melanggar peraturan daerah (perda). Karena itu, pihaknya tidak menindak pembuat mural tersebut.
"Enggak ada kok, kita enggak menindaklanjuti. Bukan, karena itu hanya perda. Itu tidak memenuhi unsur, itu hanya melanggar peraturan daerah. Itu hanya mengotori pemandangan atau ketertiban umum," katanya, Jumat (20/8/2021).
Dalam Perda Nomor 8 Tahun 2018 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (K3), pada Pasal 25 ayat 1 huruf H disebutkan, setiap orang dilarang mencoret gambar pada dinding bangunan pemerintah atau milik orang lain, tempat ibadah, pasar, jalan raya, dan pagar tanpa seizin atau pengelola bangunan.
"Itu enggak masuk pidana, itu hanya kena perda aja. Bukan pidana," ucapnya.
Sementara itu, sejak penghapusan mural wajah mirip Jokowi, aksi vandalisme berisikan kritik sosial menjadi marak di Kota Tangerang. Berpegang pada Perda K3, pemerintah pun langsung menghapus coretan tersebut.
Baca Juga : Presiden Jokowi Instruksikan Polri Tak Reaktif soal Mural 404: Not Found
Terkini, mural karya seniman jalanan Edi Bonetski di Jalan Inpres 8, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Mural bertuliskan, Hapus Korupsi Boekan Muralnya, itu juga telah dihapus aparat.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.