3 Terduga Teroris Ditangkap di Luwu Timur

Faisal Mustafa, Koran SI · Sabtu 21 Agustus 2021 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 609 2458832 3-terduga-teroris-ditangkap-di-luwu-timur-hJuadtvTaP.jpg Ilustrasi teroris (Foto: Dokumentasi Okezone)

LUWU TIMUR -Tiga warga ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di  Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ketiganya ini diduga terlibat jaringan teroris. Mereka diamankan sejak 14-16 Agustus 2021.

Ketiga orang itu ditangkap di sejumlah lokasi di Luwu Timur sejak tanggal 14 sampai 16 Agustus.

"Iya betul, ada tiga orang (ditangkap) inisial H, N dan S, usianya di atas 40 tahun," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan, di Kota Makassar, Sulsel, Jumat (20/8/2021).

Dia melanjutkan, polisi lebih dulu menangkap H di kediamannya sekitar Kecamatan Malili pada 14 Agustus, sekira pukul 12.10 WITA. Pria yang bekerja sebagai petani itu ditangkap bersama sejumlah barang bukti.

Beberapa barang yang diamankan yakni, satu unit senapan angin, 16 eksemplar buku, empat unit ponsel dan satu unit sepeda motor. Petugas kemudian mengembangkan kasus ini dengan mencari orang lain yang terindikasi. Hingga saat ini, petugas masih mengembangkan kasus tersebut.

(Baca juga: Polres Enrekang Ungkap Produksi Ganja yang Ditanam di Halaman Rumah)

Dua hari kemudian, tepatnya, 16 Agustus sekitar pukul 08.00 WITA, petugas kembali menangkap N di sekitar Kecamatan Towuti. Densus mengindentifikasi bahwa NS diduga tergabung dalam jaringan Jemaah Islamiyah (JI). Dalam penangkapan itu, petugas juga menyita sejumlah bukti di antaranya seperti satu pucuk senjata, tiga pucuk pistol dan dua pucuk pistol rakitan. Petugas kemudian kembali mengembangkan penangkapan itu.

Di hari yang sama tepatnya pukul 17.20 WITA, petugas menangkap SA di sekitar Kecamatan Wotu, Luwu Timur. Petani itu, ditangkap bersama sejumlah barang bukti. Seperti 14 buku tentang tauhid dan jihad, satu ponsel dan motor. Namun, Zulpan masih enggan menjelaskan lebih jauh latar belakang penangkapan ketiganya. "Kalau itu saya belum bisa jelaskan karena masih dalam pengembangan," ujarnya.

(Baca juga: Epidemolog: Kematian Covid-19 di Sulsel Cendrung Dialami Remaja hingga Dewasa Produktif)

 

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini