Dalam perjalanannya kemudian setelah berhasil menjadi raja paling berkuasa di Asia Tenggara, ia mengawinkan putranya yaitu Samaragrawira dengan putri pewaris Sriwijaya di Sumatra. Pada konteks inilah, mengikuti tafsiran sejarawan NJ Krom, Vlekke menganggap Samaragrawira ialah identik dengan Samaratungga, si pendiri Borobudur.
Adanya korelasi kuat dan khusus antara Buddha di Sumatra dan di Jawa inilah, kata kunci di balik pembangunan Borobudur. Kekayaan gabungan antara Jawa dan Sumatra inilah menurut tafsiran Vlekke membuat bangsa Nusantara sanggup mendirikan Borobudur yang agung.
Baca juga: Kisah Penemuan Kembali Candi Borobudur yang Tersembunyi di Hutan Belantara
(fkh)
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.