MENURUT Bernard HM Vlekke, Syailendra dari Jawa pastilah penguasa yang sangat kaya dan kuat, mengingat wangsa ini bisa membangun monumen sebesar dan sesempurna Candi Borobudur.
Pertanyaannya ialah, siapakah Syailendra? Nama Syailendra dijumpai pertama kali dalam prasasti Kalasan (778 M). Kemudian muncul lagi dalam inskripsi Kelurak (782 M), Abhayagiriwihara (792 M), Sojomerto dari sekitar akhir abad ke-7 Masehi, dan Kayumwunan (824 M).
Sedangkan dari luar Indonesia nama ini ditemukan dalam prasasti Ligor (775 M) dan Prasasti Nalanda. Merujuk tafsiran Vlekkek, Syailendra yang berarti “Raja Gunung” pastilah sudah dipakai lebih lama di Fu-nan di Kamboja sebelum diperkenalkan di Jawa. Demikian dilansir dari indonesia.go.id.
Baca juga: Candi Borobudur, Mendut dan Pawon Diguyur Hujan Abu Vulkanik Merapi
Banyak tafsiran seputar asal usul wangsa ini. Majumdar beranggapan, keluarga Syailendra baik di Sriwijaya (Sumatera) maupun di Medang Kamulan (Jawa) berasal dari Kalingga (India Selatan).
Pendapat yang sama juga dikemukakan Nilakanta Sastri dan Moens. George Coedes lain lagi, peneliti ini lebih condong kepada anggapan asal Syailendra ialah Funan (Kamboja).
Baca juga: Kisah Bilik Gundik Perempuan dalam Kapal-Kapal di Zaman Kerajaan Sriwijaya