Candi Borobudur, Mendut dan Pawon Diguyur Hujan Abu Vulkanik Merapi

Priyo Setyawan, Koran SI · Kamis 12 Agustus 2021 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 510 2454843 candi-borobudur-mendut-dan-pawon-diguyur-hujan-abu-vulkanik-merapi-jzQ455fNv3.jpg Candi Borobudur (Foto: Okezone)

MAGELANG - Aktvitas Gunung Merapi di perbatasan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Magelang, Boyolali dan Klaten, Jawa Tengah, hingga Kamis malam (12/8/2021) masih terus berlangsung. Yakni, berupa semburan awan panas atau biasa disebut wedus gembel dan lava pijar.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dari pukul 00.00 WIB-18.00 WIB terjadi semburan awan panas tujuh kali. Rinciannya, pukul 00.00 WIB-06.00 WIB empat kali dengan jarak luncur 1.800-3.000 meter mengarah ke barat daya dan pukul 12.00-18.00 WIB tiga kali dengan estimasi jarak luncur 1.700 meter ke arah barat daya.

Baca Juga:  Gunung Merapi 3 Kali Semburkan Awan Panas

Untuk lava pijar 12 kali dengan jarak luncur antar 500 meter-1.800 m. Selain itu, pada periode pukul 12.00-18.00 WIB juga terdengar suara guguran tiga kali dengan intesitas sedang.

Awan panas pada Kamis dini hari menyebabkan hujan abu di Magelang dan mengguyur Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon. Sedangkan untuk semburan Kamis siang belum ada laporan hujan abu di lereng Merapi, termasuk di Magelang.

Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati membenarkan Candi Borobudur, Pawon dan Mendut sempat diguyur hujan abu Kamis dini hari. Sebagai tindaklanjutnya bagian laboratorium telah mengambil data dan mengukur ketebalan abu vulkanik pada candi, mendokumentasikannya serta akan membersihkan abu vulkanik.

Ditanya apakah semburan awan panas Kamis siang kembali terjadi hujan abu di wilayah Magelang, termasuk menguyur candi Borobudur, Mendut dan Pawon. Wiwit belum bisa memberikan keterangan.

“Tunggu, saya masih zoom dengan Pak Ditjen,” katanya saat dihubungi MNC Portal, Kamis malam (12/8/2021).

Baca Juga:  Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Selimuti 19 Desa di Magelang

Terpisah kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, untuk semburan awan panas Kamis siang memang menyebabkan hujan abu di lereng Merapi, namun hujan abu tersebut tidak sampai ke Borobudur.

“Abu sampai ke lerang Merapi tetapi tidak sampai ke Borobudur,” jelasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini