SOEDIRMAN sempat khawatir tidak bisa masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta). Tetapi pada akhirnya, beliau diterima dan menjadi Daidanco alias komandan.
Sewaktu menjadi Daidanco, Soedirman selalu memerhatikan anak buah. Tiga hari dalam seminggu beliau selalu berkeliling kampung. Demikian dikutip dari buku "Teladan Hidup Panglima Besar Jenderal Soedirman" penulis Eri Sumarwan, diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2018.
Beliau juga rajin bersilaturahmi ke tokoh masyarakat. Itulah yang menyebabkan Soedirman sangat dicintai anak buah dan seluruh lapisan rakyat
Jenderal merupakan pangkat tertinggi dalam dunia ketentaraan. Ada beberapa jenjang kepangkatan, dari pangkat yang terendah, prajurit, hingga yang tertinggi, jenderal.
Istimewanya, Soedirman menerima pangkat Jenderal langsung dari Presiden Soekarno yang mengangkatnya. Hal ini karena Soedirman terpilih menjadi pemimpin tentara pada masa itu, dulu namanya Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Baca juga: Jenderal Soedirman Pernah Cedera saat Main Sepakbola, Khawatir Tidak Diterima Jadi Tentara
Soedirman adalah Panglima pertama di Indonesia dengan sebutan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Saat itu, Perang gerilya dilakukan Jenderal Soedirman untuk melawan tentara Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia. Pada saat itu, Belanda telah merebut sebagian wilayah Jawa, termasuk daerah Yogyakarta.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.