Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dijanjikan Kerja di Qatar-Polandia, 33 Pekerja Tertipu Puluhan Juta

Okto Rizki Alpino , Jurnalis-Selasa, 24 Agustus 2021 |21:39 WIB
Dijanjikan Kerja di Qatar-Polandia, 33 Pekerja Tertipu Puluhan Juta
33 pekerja tertipu puluahn juta ujai dijanjikan berangkat ke Qatar dan Polandia (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali menggagalkan praktik perdagangan orang dengan modus diimingi pekerjaan. Sebanyak 33 calon TKI itu dijanjikan berangkat ke Polandia dan Qatar.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, korban yang hendak diberangkatkan itu diminta sejumlah uang tunai berkisar antara Rp 40-50 juta. "Dua orang dikirim ke Qatar, 24 orang lainnya dijanjikan berangkat ke Polandia dan tujuh lainnya yang beberapa waktu lalu sudah kita amankan," ujarnya di Jakarta Timur, Selasa (24/8/2021).

Dikatakan Benny, korban yang dijanjikan akan bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), pegawai perkebunan dan peternakan itu diurus para calo dari PT Mapan dan LPK dipastikan tidak resmi alias ilegal.

"PT Mapan di scorsing yang artinya tidak punya hak untuk merekrut dan penempatan pekerja migran. Dua orang dan 24 orang ini akan diberangkatkan oleh LPK, LPK tidak punya hak dan izin untuk perekrutan maupun penempatan," ungkapnya.

Baca Juga : Tinjau Vaksinasi WNA, Anies: Mudah-mudahan Jadi Sarana Bertemu Keluarga

Benny menuturkan, pungutan biaya itu dipastikan ilegal dan merupakan bagian dari sindikat perdagangan orang. "Sekali lagi apa yang dilakukan BP2MI adalah upaya secara serius Negara memerangi sindikat-sindikat penempatan ilegal calon pekerja Indonesia," tuturnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement