6.000 Anak di Jatim Kehilangan Orangtua Akibat Terpapar Covid-19

Rahmat Ilyasan, iNews · Selasa 24 Agustus 2021 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 519 2460066 6-000-anak-di-jatim-kehilangan-orangtua-akibat-terpapar-covid-19-teCVsRJ5IM.jpg Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Rahmat Ilyasan)

SURABAYA - Sekitar 6.000 anak di Jawa Timur menjadi yatim dan yatim piatu akibat orangtua mereka meninggal karena Covid-19. Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh stakeholder sama-sama mengambil ruang empati dan simpati untuk memberikan pengasuhan pada anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orangtuanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat melantik pengurus Baznas Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Anak-anak yatim dan yatim piatu tersebut sangat membutuhkan dana untuk pendidikan dan biaya kebutuhan sehari-hari serta pengasuhan yang baik dan benar.

“Permprov Jatim telah menyampaikan ke pengasuh ponpes agar bisa membantu memberikan pengasuhan pada anak yatim dan yatim piatu. Saya juga meminta ke Baznas agar bisa membantu proses pemberian pengasuhan pada anak-anak karena tumbuh kembang anak-anak butuh lingkungan yang kondusif dalam proses pengasuhan yang baik,” ujar Khofifah, Rabu (24/8/2021).

Sementara Ketua Baznas Jatim, KH Mohamad Roziqi mengatakan pihaknya akan mengakomodir pesan Gubernur Khofifah soal anak yatim dan yatim piatu akibat orangtuanya meninggal karena Covid-19. Pihaknya akan merumuskan dan mengkordinasikan bagaimana caranya untuk menjadi anak asuh mereka.

Baca juga: Mendagri Terbitkan Tiga Instruksi untuk Lanjutan PPKM, Ini Isi Lengkapnya

Seperti diketahui, akibat pandemi Covid-19 yang melanda, banyak anak-anak yang ditinggal meninggal orangtua mereka sehingga menjadi yatim dan yatim piatu. Sebanyak 6.000-an anak saat ini membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk merawat dan mengasuh mereka.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini