Lebih lanjut, Wapres mengatakan bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Bahkan fenomena itu juga sudah terjadi sejak zaman Nabi Muhammad SAW, para sahabat, serta para imam mazhab, seperti Syafii, Hanafi, Maliki, dan Hambali.
"Tapi mereka tidak pernah bermusuhan, tidak pernah kehilangan rasa kesatuan, karena apa? Tujuan murni yang suci itulah yang menyatukan mereka, walaupn mereka berbeda-beda caraa berpikir dan ijtihadnya didalam mencapai sesuatu yang menurut mereka baik. Jadi sebetulnya tak ada alasan perbedaan itu membuat tidak besama," ucap Wapres.
Baca juga: Mukernas Ke-1 MUI, Miftachul Akhyar Sampaikan 3 Peran dan Fungsi Ulama
Mantan Ketua MUI itu menambahkan bahwa perbedaan menjadi sumber konflik jika diintervensi dengan hawa nafsu.
"Tidak dikhawatirkan terjadinya perbedaan dalam mencari jalan kebenaran. Yang dikhawatirkan itu yaitu pengaruh hawa nafsu, jadi perbedaan itu menjadi sumber konflik ketika diintervensi oleh hawa nafsu, bukan oleh perbedaan (itu sendiri). Ini yang menjadi penting untuk kita, sepanjang tidak ada hawa nafsu kepentingan-kepentingan, Insya Allah ini tidak perlu ada, ini yang ingin kita ramu kembali," tutur Wapres.
Baca juga: Wapres: Vaksinasi Covid-19 Perintah Agama, Sudah Ada Petunjuk Ulama
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.