Agus menambahkan, bila sebuah institusi hanya sekadar mengirim orang tanpa tahu tujuannya, maka sia-sia saja. “Kalau dia tidak tahu apa yang dicari, ya percuma,” kata Agus.
Studi banding, menurut Agus, merupakan cara untuk mencapai kemajuan. “Tidak ada orang atau bangsa bisa maju tanpa studi banding,” ujarnya.
Setelah melaukkan studi secara komprehensif, barulah temuan disatukan. Bagaimana keterkaitan bidang-bidang di negara lain, lalu mencari kesamaan apa yang ada di sana? Bisakah diterapkan? Apakah faktor yang ada di tempat lain sama dengan yang kita miliki? Kalau faktornya sama, tentu bisa diterapkan; kalau berbeda, berarti perlu improvisasi.
Komjen Pol (Purn) Adang Daradjatun memuji cara Agus mengawinkan pemikiran modern dengan kondisi riil di Indonesia. Dengan melihat riwayat pendidikan di luar negeri dan dididik pemikiran Amerika, Agus dipandang mampu memadukan teknologi dan modernisasi dengan kondisi budaya TNI/Polri di Indonesia, sehingga tercipta harmoni. “Karena tidak setiap yang ada di negara luar bisa selaras dengan kita,” kata Adang.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.