Share

Antisipasi Pasokan Medis, WHO Ingin Bangun Jembatan Udara ke Afghanistan

Antara, · Sabtu 28 Agustus 2021 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 28 18 2462494 antisipasi-pasokan-medis-who-ingin-bangun-jembatan-udara-ke-afghanistan-8XKQdKkknw.jpg WHO berencana bangun jembatan udara (Foto: Antara/Reuters)

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana untuk membangun jembatan udara ke kota utara Mazar-i-Sharif di Afghanistan, untuk mengantisipasi pasokan medis yang akan habis dalam beberapa hari di negara itu.

Direktur darurat regional WHO, Rick Brennan, mengatakan peralatan trauma dan persediaan darurat untuk rumah sakit, serta obat-obatan untuk mengobati kekurangan gizi kronis di antara anak-anak termasuk di antara barang-barang prioritas.

Dia menggambarkan kebutuhan medis sebagai kebutuhan yang sangat besar dan terus bertambah.

Setidaknya satu pembom bunuh diri ISIS menewaskan 85 orang, termasuk 13 tentara Amerika Serikat (AS), di luar gerbang bandara Kabul dalam dua ledakan bersamaan pada Kamis malam (26/8).

(Baca juga: PBB Pastikan Akan Tetap Bantu Warga Afghanistan)

“Saat ini karena masalah keamanan dan beberapa pertimbangan operasional lainnya, bandara Kabul tidak akan menjadi pilihan setidaknya sampai minggu depan,” kata Brennan yang berbicara dari Kairo, pada pengarahan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Jumat (27/8).

“Salah satu masalah yang kami miliki di Afghanistan saat ini adalah tidak ada otoritas penerbangan sipil yang beroperasi, tetapi kami bekerja dengan Pakistan khususnya dalam konteks bandara Mazar-i-Sharif. Karena mereka dapat bekerja dengan kontak di lapangan yang semua kebutuhannya diperlukan. Langkah-langkah untuk mendaratkan pesawat, untuk mendaratkan pesawat kargo, bisa dilakukan," lanjutnya.

Brennan mengatakan tarif asuransi untuk terbang ke Afghanistan telah melonjak dengan harga yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

(Baca juga: Militer AS: Serangan Bom di Bandara Kabul Dilakukan 1 Orang Pembom Bunuh Diri)

"Jadi kami mencoba untuk melewati rintangan itu saat ini dan setelah kami membahasnya, semoga kami akan mengudara dalam 48 hingga 72 jam ke depan," tuturnya.

Sementara itu, Turki belum membuat keputusan akhir tentang permintaan Taliban untuk membantu menjalankan bandara Kabul setelah pasukan asing menarik diri karena masalah keamanan dan ketidakpastian di Afghanistan.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada Jumat (27/8) jika pembicaraan masih berlangsung.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini