Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

7 Alasan Mengapa PTM Penting Digelar di Tengah Pandemi

Bima Setiyadi , Jurnalis-Rabu, 08 September 2021 |17:58 WIB
7 Alasan Mengapa PTM Penting Digelar di Tengah Pandemi
Pembelajaran tatap muka di SMAN 77 Jakarta. (Foto : MNC Portal/Jonathan Nalom)
A
A
A

2. Sumber dan Media Pembelajaran Lebih Familiar

Salah satu kendala utama yang dihadapi guru maupun murid selama menjalani PJJ berkaitan dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumber maupun media pembelajaran daring. Sumber belajar daring sejauh ini belum begitu familiar dan mudah dipahami oleh para guru juga para murid, terutama yang berada di wilayah 3T.

Sumber belajar dan portal daring sudah banyak disediakan oleh Kemdikbud dan lembaga pendidikan lainnya secara gratis, seperti rumah belajar, guru berbagi, sumber belajar seamolec, dan lainnya. Akan tetapi dengan proses adaptasi yang begitu cepat dan tanpa proses persiapan dan pelatihan sebelumnya, para guru masih banyak mengalami kesulitan dalam memanfaatkan dan mengelola berbagai sumber dan media pembelajaran online. Begitu pun yang dialami murid dan para orang tua.

Karena itu, dari beberapa survei terakhir yang dilakukan Mendikbud, sebagian besar guru, murid, dan orang tua lebih menghendaki kembali diadakannya KBM tatap muka.

3. Tidak Harus Terhubung dengan Internet

Salah satu keuntungan dari KBM tatap muka adalah tidak membutuhkan koneksi internet dan gawai. Guru maupun murid bisa langsung berinteraksi dan berkomunikasi dalam aktivitas pembelajaran.

Hal ini sangat membantu bagi para guru dan murid yang berada di wilayah 3T atau belum terjangkau jaringan internet. Kendala gawai juga bisa teratasi dengan memanfaatkan sumber belajar konvensional seperti buku, LKPD, dan APE yang lebih mudah dan terjangkau untuk dimanfaatkan.

Meskipun saat ini proses pembelajaran ideal harusnya sudah mengoptimalkan blended learning dengan mengombinasikan anatara daring dan konvensional, dengan keterbatasan infrastruktur dan kemampuan dalam mengelola KBM daring, pembelajaran tatap muka masih dianggap paling baik dan ideal.

4. Mudah dalam Penilaian Karakter

Salah satu aspek yang sulit diajarkan dan diidentifikasi ketika pelaksanaan KBM daring adalah berkaitan dengan pendidikan karakter dan moral. Idealnya untuk mengukur karakter siswa, harus dengan berinteraksi dan menganalisis secara langsung.

Selain itu, hal paling penting dari pendidikan karakter berkaitan dengan keteladanan. Karena itu, perlu adanya praktik dan analisis secara langsung dari guru agar benar-benar memahami karakter dan sikap setiap siswa. Model pembelajaran yang paling memungkinkan untuk penerapan nilai-nilai karakter secara optimal adalah dengan jalur tatap muka (konvensional).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement