Share

RI - Australia Tegaskan Komitmen Tangani Isu Kemanusiaan dan Keamanan

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 09 September 2021 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 18 2468716 ri-australia-pertegas-komitmen-tangani-isu-kemanusiaan-dan-keamanan-eQlyOU30qL.jpg Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Foto: Reuters)

JAKARTA  – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI), Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne bersama Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto serta Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton, menegaskan kembali kerjasama kedua negara. Termasuk komitmen terhadap isu kemanusiaan dan keamanan.

Hal ini diungkapkan saat Pertemuan 2+2 yang berlangsung Kamis (9/9). Ini merupakan Pertemuan 2+2 yang ke-7 antara kedua Negara.

“Kerjasama Indonesia dan Australia bukan hanya sebuah kerja sama yang berorientasi pada hal ekonomi, yaitu untuk melakukan akselerasi perbaikan ekonomi negara, namun juga membahas terkait isu keamanan dan kemanusiaan” kata Retno dalam pidatonya.

Komitmen Indonesia dalam menangani isu kemanusiaan sudah dibuktikan dengan adanya kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi terhadap Afghanistan. Hal ini disampaikan kembali oleh Retno dalam pertemuan 2+2 dengan Australia.

(Baca juga: Pertemuan Bilateral RI - Korsel, Tandatangani 2 Kesepakatan Baru)

“Pembangunan dan pemberdayaan manusia antara Indonesia dan Australia perlu dioptimalkan”, katanya.

Sama seperti apa yang sudah diutarakan Indonesia terhadap Afghanistan terkait pemberdayaan perempuan dan kemanusiaan, Retno juga berharap prinsip-prinsip ini bisa dijalankan juga bersama dengan Australia serta negara lainnya di Indo-Pasifik.

Saat ini, kerjasama pasifik antara Australia dan Indonesia yang bersifat people to people perlu dioptimalkan untuk pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia.

(Baca juga: Kemlu: Indonesia Tak akan Tergesa-gesa Akui Pemerintahan Taliban)

Sementara itu, Marise menambahkan Indonesia memiliki kekuatan sumber daya manusia yang besar. Hal ini juga termasuk dalam salah satu poin SDGS yang perlu dioptimalkan, salah satunya dengan komitmen terhadap gender equality, untuk mewujudkan pembangunan dua negara di Indo Pasifik ini.

Sebelumnya, Pertemuan 2+2 ini sudah pernah diselenggarakan di Bali pada 2019 lalu. Pertemuan tahunan ini diadakan untuk menjaga hubungan kedua negara tetap baik.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini