Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mobilitas Mulai Meningkat, Moeldoko: Jangan Sampai PPKM Darurat Diberlakukan Lagi!

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 09 September 2021 |19:03 WIB
 Mobilitas Mulai Meningkat, Moeldoko: Jangan Sampai PPKM Darurat Diberlakukan Lagi!
Kepala KSP, Moeldoko (foto: ist)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan saat ini pemerintah masih menyusun kebijakan pergeseran dari pandemi ke endemi. Namun, salah satu kalkulasi yang harus dipertimbangkan adalah munculnya varian-varian baru.

Karena itu, meski kekinian kondisi penanganan Covid-19 sudah membaik, namun seluruh lapisan masyarakat diminta tidak lengah. Jika itu terjadi, maka akan kembali memunculkan lonjakan kasus, yang berdampak pada kembali diterapkannya PPKM Darurat.

“Meski optimis, kita harus tetap hati-hati. Mobilitas penduduk kini sudah mulai meningkat lagi. Jangan sampai pemerintah terpaksa menerapkan PPKM Darurat lagi,” ungkapnya dikutip dari rilis resmi KSP, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Vaksinasi Covid-19, TNI AU Serbu Berau Kaltim

Walaupun COVID-19 mengubah sektor dengan sangat cepat dan semua negara gagap menghadapinya, Moeldoko mengatakan bahwa pemerintah Indonesia selalu bersiap menghadapi pandemi dengan tiga kebijakan besar.

Pertama, melalui pendekatan kesehatan, di mana tidak boleh banyak orang yang meninggal akibat COVID-19. Kedua, melalui pendekatan perut, di mana jangan ada perut masyarakat yang kosong.

Baca juga: 10.650 Pasien Covid-19 Sembuh, Ini 10 Provinsi Terbanyak

Terakhir, melalui pendekatan insentif, di mana jangan sampai usaha baik koperasi maupun korporasi berhenti akibat pandemi.

Moeldoko juga menyebutkan tentang positivity rate Indonesia per 6 September yang sudah turun menjadi 6,97%. Angka ini menurun drastis dari positivity rate pada Juli-Agustus yang berada di atas 15%.

Ini artinya, tinggal sedikit lagi bagi Indonesia untuk mencapai batas 5% WHO yang mengindikasikan situasi pandemi sudah terkendali.

“Pandemi ini memaksa kita meninggalkan cara kerja lama yang lamban dan tidak efisien menuju cara kerja baru yang berbasis teknologi,” imbuhnya.

Ia mencontohkan data sebaran penyakit yang dulunya hanya tersedia sekali dalam setahun. Namun situasi pandemi ini menuntut pemerintah untuk mampu memantau perkembangan penyakit dan situasi kesehatan masyarakat setiap hari.

“Kita membuktikan bahwa kita bisa melakukan hal itu. Memang kadang kita harus dipaksa masuk ke kondisi krisis dulu, baru kita bisa melakukan hal yang luar biasa,” kata Moeldoko.

Menurut mantan Jenderal TNI ini, tantangan dalam situasi global menciptakan dunia yang selalu berubah dengan cepat, dunia yang penuh resiko, dunia dengan situasi yang kompleks, dan dunia yang penuh dengan kejutan.

“Dulu kita tidak pernah membayangkan Work From Home, namun sekarang ini menjadi hal normal,” jelas Moeldoko.

Moeldoko meyakini situasi pandemi memunculkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pasalnya, situasi pandemi COVID-19 menjadi pemicu untuk memikirkan ulang berbagai hal, mulai dari konsep pendidikan, setting sistem kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement