Share

Google News Lab dan GNLD Siberkreasi Gelar Pelatihan Cek Fakta Virtual

Agustina Wulandari , Okezone · Jum'at 10 September 2021 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 1 2469548 google-news-lab-dan-gnld-siberkreasi-gelar-pelatihan-cek-fakta-virtual-VAsCTvvRzh.jpg Pelatihan Cek Fakta Virtual. (Foto: Dok.Kemkominfo RI)

JAKARTA - Google News Lab menggandeng Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) SiberKreasi dalam menyelenggarakan Pelatihan Cek Fakta Virtual untuk lebih dari 130 LSM pada Kamis (02/09/2021). Event ini merupakan bagian dari Internet Governance Forum (IGF) Asia Tenggara 2021 yang membekali peserta dengan pengetahuan pokok dan langkah-langkah mengecek fakta misinformasi terkait Covid-19 dengan menggunakan alat-alat Google.

Pelatihan berlangsung selama dua jam dengan membahas dasar-dasar pengecekan fakta, apa pengertiannya dan bagaimana cara kerjanya. Setelah mempelajari dasar-dasar tersebut, pelatihan beranjak lebih jauh dengan menggunakan alat-alat dan mudah diakses semua orang, misalnya penelusuran gambar terbalik.

Baca Juga: #MakinCakapDigital dengan Belajar Animasi dari Rumah

Salah seorang peserta berkomentar bahwa pelatihan itu membantunya menjadi lebih tahu cara mencari kebenaran berita yang tersebar di internet dan media sosial dan merasa lebih yakin dalam memfilter informasi berdasarkan fakta.

“Membekali orang-orang dengan alat yang benar untuk menilai informasi secara kritis dapat membantu mereka lebih percaya diri saat memeriksa informasi online. Google News Lab sering menyelenggarakan lokakarya pemeriksaan fakta, tetapi biasanya bagi jurnalis. Jadi, senang sekali melihat pelatihan seperti ini diberikan kepada orang-orang di luar awak media. Semoga kami dapat berpartner lebih lanjut dengan IGF dalam mengatasi masalah yang penting ini,” ujar Irene Jay Liu selaku pengawas pelatihan dari Google News Lab.

Selain pelatihan, Google dan SiberKreasi juga mengadakan diskusi tentang pentingnya bekerja sama dan mencari solusi inovatif untuk melawan misinformasi. Santi Indra Astuti dari MAFINDO berpendapat bahwa pandemi Covid-19 semakin menunjukkan perlunya program pendidikan yang mudah diakses para pengajar.

“Hal ini bermanfaat untuk membantu dosen, guru, dan siswa berlatih berpikir kritis untuk melawan misinformasi dan disinformasi,” ucapnya.

Dia menjelaskan bagaimana MAFINDO membuat portal online Tular Nalar untuk menyediakan berbagai materi belajar dan referensi tentang literasi media bagi pengajar untuk digunakan bersama para siswa dengan cara yang seru dan menyenangkan.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, kesadaran dan kecakapan digital masyarakat perlu ditingkatkan. Hal ini penting karena penggunaan internet dan gawai di Indonesia relatif tinggi.

 

Foto: Kementerian Kominfo

Kementerian Kominfo dan Siberkreasi juga menggalakkan literasi digital melalui berbagai kegiatan di seluruh Indonesia tentang pilar literasi digital, di mana salah satunya mengenai keamanan bermedia digital, yaitu pentingnya verifikasi informasi agar terhindar dari misinformasi.

“Melawan misinformasi adalah sebuah tantangan besar, dan kami ingin melanjutkan kemitraan dengan IGF Asia Tenggara serta SiberKreasi untuk membantu lebih banyak orang belajar cara mendeteksi misinformasi,” ujar Lead of Public Affairs Google untuk Asia Tenggara Ryan Rahardjo.

Nah, kalau kamu tertarik tentang topik ini, masih banyak sumber informasi lain yang tersedia online atau kamu juga bisa ikut pelatihan literasi digital biar #MakinCakapDigital.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini