Dia menyebutkan bahwa limbah-limbah ini kuantitasnya sangat besar, tetapi sangat sedikit yang bisa didaur ulang untuk saat ini. National Environment Agency (NEA) Singapura membuat sebuah bentuk peralatan elektronik yang memastikan bahwa pembuangan limbah dan produk yang bisa diberikan kepada pasar betul-betul sebuah keuntungan. Epson adalah salah satu produsen tersebut.
"Epson adalah salah satu perusahaan yang percaya akan keberlanjutan lingkungan. Epson mengurangi emisinya 1,5 derajat celcius pada 2030, dan pada 2050 akan menjadi negatif dan mendapatkan bebas di bawah tanah dari bahan yang diperbaharui seperti minyak dan metal," katanya.
Lebih lanjut, Grace mengatakan bahwa Epson di Singapura benar-benar menggunakan listrik yang diperbaharui mulai Januari, dan sisa pabriknya akan bergerak secara progresif terkait dengan hal ini pada 2030. Dia pun memuji terobosan Epson yakni Inkjet printer bebas panas akan benar-benar mengurangi energi, dan juga mengurangi karbon dioksida. Suku cadangnya pun sedikit sehingga pengguna bisa mengurangi e-waste, atau limbah elektronik.
"Epson PaperLab juga merupakan inovasi, juga sebagai first dry process paper recycle di dunia, yang mengubah limbah dari kertas-kertas dokumen di kantor menjadi kertas yang dibutuhkan, memastikan bahwa informasi yang sensitif dihancurkan langsung di tempat ketika limbah kertas didaur ulang langsung di kantor," ujar Grace.
CM
(Yaomi Suhayatmi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.