Demi Sekolah Tatap Muka, Siswa di Luwu Bertaruh Nyawa Bergelantungan di Atas Jembatan

Nasruddin, iNews · Jum'at 10 September 2021 07:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 609 2469063 demi-sekolah-tatap-muka-siswa-di-luwu-bertaruh-nyawa-bergelantungan-di-atas-jembatan-NCA0UNl5kr.jpg Siswa nekat bergelantungan di atas jembatan demi sekolah tatap muka (Foto: Nasruddin)

LUWU - Ratusan jiwa yang ada di tiga desa di Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan harus bertaruh nyawa keluar masuk desa melewati jembatan yang hanya menggunakan tali tambang. Tak hanya orang dewasa, jembatan ini juga dilewati para siswa yang melaksanakan uji coba sekolah tatap muka.

Siswa ini terpaksa bergelantungan di atas jembatan dengan mengandalkan tali tambang tanpa alat pengaman yang memadai. Meski ancaman serius di depan mata, namun tak ada pilihan selain menantang maut melintasi jembatan demi bersekolah untuk menata masa depan.

Baca Juga:  Debt Collector Rampas Mobil Sopir Taksi Online di Jalan, Polisi Turun Tangan

Selain dilalui para siswa yang tengah melaksanakan uji coba sekolah tatap muka, jembatan ini juga menjadi akses satu-satunya bagi warga untuk menyuplai logistik dan mengangkut hasil bumi.

Meski kondisinya sangat memprihatinkan. Namun, Pemerintah Kabupaten Luwu nampak menutup mata bahkan upaya perbaikan sementara belum dilakukan.

Warga sekitar mengaku janji untuk perbaikan jembatan ini hanya menjadi jualan politik setiap pilkada, namun realisasi pembagunan tak pernah terjadi.

Jembatan yang panjangnya kurang lebih 30 meter ini dibangun menggunakan tali tambang yang beralas papan kayu, namun saat terjadi banjir seluruh lantai dan penyanggah jembatan terbawa arus dan hanya menyisakan tali tambang.

"Takut, talinya cuma satu, pernah ada jatuh, anak -anak. Minta tolonglah supaya dibantu perbaiki jembatannya," ujar warga, Mulianwi.

Meski tak jarang warga khususnya anak-anak yang melintas di atasnya terpeleset bahkan ada yang terjatuh namun pilihan lain. Bagi warga jembatan ini merupakan akses yang harus dilalui demi bisa beraktivitas meski nyawa taruhannya.

Baca Juga:  Aksi Heroik TNI saat Bocah AP Disiksa Orangtuanya sebagai Tumbal Pesugihan

Warga berharap pemerintah membuka mata untuk membenahi akses ini agar tak menjadi ancaman serius utamanya bagi para pelajar.

"Sering, memang umumnya anak sekolah lewat situ, harapan saya ke pemerintah kabupaten depannya bisa membantu kami membangun baru jembatan jantung kami," ujar Kades Melela, Muharram.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini