Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Go Digital, Pascarestrukturisasi Pertamina Pastikan Proses Bisnis Subholding Terpantau Melalui PICC

Agustina Wulandari , Jurnalis-Sabtu, 11 September 2021 |13:34 WIB
<i>Go Digital</i>, Pascarestrukturisasi Pertamina Pastikan Proses Bisnis Subholding Terpantau Melalui PICC
SVP Human Capital Management PT Pertamina Lelin Eprianto memberikan pemaparan kepada Menteri BUMN, Komisaris Utama Pertamina, dan Dirut Pertamina saat mengunjungi Ruang PICC, Graha Pertamina, Jum'at (10/09/21). (Foto: Dok.PT Pertamina)
A
A
A

SVP Human Capital Management sekaligus Tim Leader PICC Lelin Eprianto menjelaskan PICC dikelola oleh Perwira (pekerja) Pertamina, dengan display utama yang terdiri dari 84 layar 55 Inch untuk memantau dashboard kinerja seluruh subholding, mulai dari Upstream, Gas, Refinery & Petrochemical, Integrated Marine Logistics dan Commercial & Trading dalam mendukung ketahanan energi di Indonesia. Kedepan, juga akan dilengkapi dengan dashboard kinerja Pertamina New & Renewable Energy.

Dashboard hulu bertujuan untuk memastikan Operational Excellence dan kelancaran supply chain oil & gas Pertamina melalui serangkaian aktivitas serta hasil dari operasional pada seluruh aset Subholding Upstream Pertamina baik yang berlokasi di Indonesia maupun di luar negeri.

Dashboard gas digunakan untuk melakukan monitoring, evaluasi dan optimalisasi kegiatan penerimaan, penjualan dan transportasi gas di Indonesia, termasuk yang melalui pipa Subholding gas Pertamina sepanjang 24 ribu kilometer dan terpanjang di Asia Tenggara.

Dashboard kilang memantau kelancaran supply chain oil & gas Pertamina melalui serangkaian aktivitas operasional serta hasil produksi 7 aset kilang Subholding Refining and Petrochemical Pertamina.

Dashboard Integrated Marine Logistics memonitor pergerakan seluruh kapal yang dipergunakan Pertamina untuk mengangkut minyak mentah maupun seluruh produk-produk Pertamina.

Dashboard Commercial & Trading menyajikan informasi ketersediaan stok BBM sampai level terminal, depot serta SPBU, termasuk proses penjualan dan pelayanan kepada customer. Dengan demikian, apabila terdapat potensi kekurangan BBM di aset Pertamina dapat cepat tertangani, termasuk mendeteksi transaksi anomali atas produk subsidi di SPBU.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement