Badan Amal Pangeran Charles Diselidiki Usai Diduga Terima Dana Rp9,8 Miliar dari Bankir Rusia

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 13 September 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 18 2470432 badan-amal-pangeran-charles-diselidiki-usai-diduga-terima-dana-rp9-8-miliar-dari-bankir-rusia-Iz8Zd5o6yD.jpg Pangeran Charles (Foto: Verve Times)

INGGRIS - Seorang regulator Skotlandia mengatakan sedang menyelidiki salah satu badan amal Pangeran Charles setelah sebuah surat kabar Inggris melaporkan bahwa seorang bankir Rusia telah mencoba untuk menyumbangkan sejumlah enam digit ke yayasan raja di masa depan tu.

Juru bicara bankir asal Rusia Dmitry Leus mengatakan kepada CNN, Leus telah membuat dua sumbangan terpisah secara bersama-sama dengan total 500.000 poundsterling (Rp 9,8 miliar) untuk badan amal Pangeran melalui seseorag di Burke's Peerage.

"Leus sekarang mengetahui bahwa tidak semua dana ini kemudian ditransfer ke Yayasan Pangeran. Tidak ada dana sama sekali yang dikembalikan kepadanya dari Burke's Peerage," kata juru bicara itu kepada CNN.

"Leus tidak tahu, atau menyetujui, sumbangannya ditransfer ke Yayasan Seni Anak [dan organisasi lain]. Seandainya dia dikonsultasikan, dia akan memilih untuk menggunakan uang itu untuk membantu banyak anak dan remaja rentan yang didukung oleh Yayasan Keluarga Leus di seluruh Inggris,” lanjutnya.

(Baca juga: Jelang Peringatan 60 Tahun Putri Diana, Dunia Mengenang Warisannya)

Juru bicara Leus mengatakan sumbangan dimaksudkan untuk mendukung tujuan pendidikan dan warisan mereka. Dia menambahkan satu-satunya tujuan tambahan Leus untuk kontribusi itu adalah "harapan pribadi bahwa pada akhirnya kerjasama mungkin terjadi untuk menciptakan Pusat Anggar Nasional."

The Sunday Times melaporkan bahwa Pangeran Charles menulis surat terima kasih kepada Leus dan menawarkan untuk bertemu dengannya secara langsung setelah menerima sumbangan besar untuk The Prince's Foundation pada Mei 2020.

(Baca juga: Mobil yang Diberikan Pangeran Charles ke Putri Diana Laku Terjual Rp1 Miliar)

Dalam surat itu, Charles dilaporkan menulis bahwa dia "sangat berterima kasih" atas "kemurahan hati yang luar biasa" dari Leus dan bahwa sumbangan itu telah memberinya "kesenangan yang luar biasa”.

Surat kabar itu mengatakan Leus telah dinyatakan bersalah di Rusia atas pencucian uang tetapi kemudian dibatalkan.

Tuduhan itu muncul seminggu setelah mantan ajudan utama Charles secara sukarela mengundurkan diri sebagai kepala Yayasan Pangeran di tengah klaim pelanggaran yang dilaporkan di Sunday Times minggu lalu.

Leus, yang dilaporkan sedang mencari kewarganegaraan Inggris, memberikan sumbangannya setelah seseorang menjanjikan pertemuan pribadi dengan Pangeran Charles di sebuah kastil Skotlandia.

Seorang juru bicara Leus mengkonfirmasi bahwa hukumannya dijatuhkan pada 2007 dan mengatakan Leus "memiliki catatan kriminal yang benar-benar bersih."

The Sunday Times mengatakan tidak ada bukti bahwa Pangeran Charles mengetahui adanya penipuan seputar donasi tersebut. Hal ini diperkuat dengan adanya pernyataan dari juru bicara Clarence House pada Senin (13/9).

“Pangeran Charles tidak mengetahui tentang dugaan tawaran kehormatan atau kewarganegaraan Inggris atas dasar sumbangan untuk badan amal dan sepenuhnya mendukung penyelidikan yang sekarang sedang dilakukan oleh The Prince's Foundation,” terangnya.

Ketika komite etik yayasan mengangkat kekhawatiran atas latar belakang Leus, sumbangannya dilaporkan dialihkan ke Children & the Arts, badan amal lain di mana Charles menjadi pelindungnya.

Menurut Sunday Times, Children & the Arts membantah mengetahui apa pun tentang uang itu. CNN tidak dapat memverifikasi laporan Sunday Times secara independen.

CNN telah menghubungi Burke's Peerage untuk memberikan komentar. Sementara itu, Douglas Connell, ketua The Prince's Foundation mengatakan pihaknya menanggapi tuduhan itu "dengan sangat serius."

"Menyusul publikasi tuduhan awal yang berkaitan dengan 'perantara' dan donor, Wali Amanat menghasut penyelidikan penuh dan ketat dengan bantuan Akuntan Forensik dari salah satu perusahaan akuntansi 'empat besar'," katanya dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada CNN.

"Penyelidikan ini sedang berlangsung dan tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut pada tahap ini," katanya.

Dia menjelaskan peninjauan penuh diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu.

Menurut sumber yang mengetahui sumbangan untuk badan amal tersebut, yayasan tersebut menerima sumbangan sebesar 100.000 poundsterling (Rp1,9 miliar) atas nama Leus pada Mei 2020. Ia juga mengatakan bahwa jumlah tersebut sudah dikembalikan ke pengirim setelah pertemuan Komite Etik Yayasan pada September 2020.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (12/9), Regulator Amal Skotlandia (OSCR) mengatakan telah menulis kepada wali Yayasan Pangeran yang memberi tahu mereka bahwa mereka akan menyelidiki klaim seputar sumbangan Leus.

Pengawas mengatakan telah bekerja dengan Yayasan Pangeran untuk lebih memahami penggunaan dana organisasi, dan untuk mendapatkan pemahaman penuh tentang pekerjaan yang sedang dilakukan oleh wali amal untuk menyelidiki berbagai masalah yang telah diangkat.

Sebelumnya, motif serupa juga pernah terjadi. Michael Fawcett, pewaris terlama Inggris dan pembantu terdekat, dituduh menggunakan posisi dan pengaruhnya untuk membantu seorang pengusaha Saudi mendapatkan gelar kehormatan dengan imbalan sumbangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini