Pria Ini Nekat Gorok Leher Mantan Istri Usai Baca Kitab Suci, Dipenjara Seumur Hidup

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 13 September 2021 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 18 2470600 pria-ini-nekat-gorok-leher-mantan-istri-usai-baca-kitab-suci-dipenjara-seumur-hidup-vPoX7Q7MUT.jpg Pria ini tega menggorok leher mantan istrinya (Foto: Newsflash)

TURKI - Seorang pria menggorok leher mantan istrinya sebanyak lima kali, setelah membaca ayat-ayat kitab suci tentang apakah Tuhan akan mengampuni para pembunuh.

Seperti yang didengar pengadilan Turki, Anil Kahraman, 39, usai membunuh mantan istrinya, dia melanjutkan makan siang dengan santai seolah-olah tidak ada yang terjadi.

“Pria monster” yang mengaku melakukan pembunuhan mengerikan di Antalya, pada 2 November tahun lalu, kini telah dipenjara seumur hidup.

Penyelidikan juga mengungkapkan bahwa sebelum pembunuhan, Kahraman telah menghabiskan waktu untuk mencari ayat-ayat kitab suci yang berkaitan dengan pembunuhan dan pengampunan Tuhan terhadap mereka yang telah melakukan pembunuhan.

Media lokal tidak melaporkan, persisnya ayat yang dilihat oleh Kahraman dalam kitab suci, selain fakta tentang pembahasan mengenai pembunuhan dan potensi belas kasihan Tuhan.

(Baca juga: Pria Ini Dipenjara 5 Tahun karena Tularkan Virus Covid-19)

Kahraman mengatakan kepada pengadilan, bagaimana dia membawa mantan istrinya, Neslihan Yilmaz, 36, dari rumah saudara laki-lakinya ke hutan pada hari kejadian.

Dia kemudian mengklaim bahwa pertengkaran terjadi di antara mereka atas hak asuh dua anak mereka, yang berusia 8 dan 9 tahun, dan itulah yang menjadi alasan terjadinya pembunuhan.

Dia juga mengklaim tidak berencana untuk membunuhnya. Namun berdasarkan pencarian Google, pengadilan menemukan bahwa kejahatan itu sudah direncanakan selama bertahun-tahun.

“Saya menggorok lehernya dengan pisau. Dia berlutut. Dia sekarat. Aku tidak ingin menyakitinya. Aku mencoba membunuhnya dengan cepat,” terang Kahraman.

(Baca juga: Pria Ini Didenda Rp4,2 Miliar karena Miliki Tank Bekas Perang Dunia II)

Dia menambahkan bahwa setelah pembunuhan itu, dia pergi makan siang sebelum pergi ke rumah saudara mantan istrinya untuk memanggil polisi.

"Saya melakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan,” ujarnya ketika saudara laki-lakinya Neslihan mengkonfrontasinya.

Kahraman masih mengklaim bahwa dia tidak bersalah atas pembunuhan berencana dan mengatakan tuduhan bahwa dia menghabiskan bertahun-tahun merencanakan untuk membunuh mantan istrinya adalah "sangat menyakitkan".

Pengacaranya mengajukan banding untuk pengurangan hukuman, tetapi pengadilan menolak banding tersebut.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini