Penjual Mie Ini Ketahuan Bubuhkan Narkoba ke Dagangannya Agar Pelanggan Ketagihan

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 13 September 2021 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 18 2470683 penjual-mie-ini-ketahuan-bubuhkan-narkoba-ke-dagangannya-agar-pelanggan-ketagihan-DYEJRkUd2H.jpg Bubuk opium itu dicampurkan ke dalam bumbu mi (Foto: Kepolisian Liayungang Haizou)

BEIJING – Seorang pemilik warung makan di China ditangkap polisi setelah mengaku menambahkan bubuk opium ke makanannya untuk membuat para pelanggan ketagihan.

Pada akhir Agustus, Kantor Polisi Lunan di Kota Lianyungang, Provinsi Jiangsu China, menerima informasi bahwa pemilik warung mie lokal mungkin menggunakan bahan-bahan ilegal untuk membuat makanannya lebih menggugah selera dan membuat ketagihan.

BACA JUGA: Burung Beo di India Kecanduan Opium, Petani Merugi

Sang pelapor anonim rupanya baru-baru ini melihat video peringatan keselamatan publik tentang pemilik usaha yang mencampur narkotika ke dalam makanan mereka untuk meningkatkan bisnis. Si pelapor kemudian berpikir apakah warung yang membuat mie kesukaannya juga melakukan hal yang sama.

Dia kemudian membawa sampel mie yang lezat itu ke polisi untuk pengujian, dan hasilnya menunjukkan bahwa itu mengandung tingkat papaverin yang tinggi, narkotika, dan senyawa tidak biasa lainnya.

Polsek Lunan bekerja sama dengan Brigade Penyelidikan Lingkungan Makanan dan Obat-obatan untuk melakukan penggeledahan secara menyeluruh terhadap warung makan tersebut dan menyita satu wadah besar berisi minyak cabai yang dicampur dengan bahan turunan opium.

BACA JUGA: Hacker China Diduga Bobol 10 Kementerian dan Lembaga RI

“Bumbu minyak cabai dicampur dengan bubuk opium, yang membuatnya terasa jauh lebih enak. Hidangan mie dingin secara keseluruhan rasanya lebih enak, tetapi makanan ini bisa membuat ketagihan dan membahayakan kesehatan dalam jangka panjang,” kata Petugas Zhang Kaoshan kepada wartawan.

Saat dihadang polisi, pemilik warung makan, seorang pria lokal bermarga Li, tak punya pilihan selain mengaku membumbui mie cabainya dengan bubuk opium, ia menjelaskan bahwa itu satu-satunya cara untuk bangkit dari pandemi Covid-19.

Dia telah kehilangan sebagian besar pelanggannya selama lokcdown, jadi dia berpikir dengan membuat pelanggan menjadi ketagihan terhadap mienya adalah cara untuk membantu bisnisnya pulih lebih cepat.

Ia juga pernah mendengar, dengan menambahkan bubuk opium ke dalam bumbu bisa membuat pelanggan ketagihan, kemudian Li merebus bumbu khusus yang dibelinya dengan cabai dan minyak kedelai, lalu membawanya ke toko sebagai minyak cabai rahasia, dan mencampurnya dengan mie dingin. Bisnisnya pun dengan cepat meningkat.

Tak lama kemudian, keuntungan harian warung makan itu naik sekitar sepertiga, dengan minyak cabai yang dicampur menjadi bahan pokok.

Sayangnya karena kerakusannya, ia dicurigai memproduksi dan menjual makanan beracun dan berbahaya, hingga harus dipenjara.

Papaver somniferum, atau opium poppy, diproses untuk membuat opium obat adiktif. Bahan ini banyak digunakan oleh bisnis makanan China untuk membuat masakan mereka lebih membuat ketagihan, dan dengan demikian mendatangkan lebih banyak keuntungan.

Menurut statistik media, dari 2020 hingga April 2021, ada 155 kasus kriminal yang melibatkan penambahan bubuk opium secara ilegal ke dalam makanan. Henan, Guizhou, dan Jiangsu adalah tiga provinsi dengan peringkat teratas dalam hal jumlah kasus tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini