(Baca juga: Tikam 2 Orang di Toko Kosmetik, Pria Palestina Ditembak Tentara Israel)
Acara 'Grindadráp' terbaru ini telah memicu kemarahan para aktivis hak-hak hewan, yang menganjurkan larangan global terhadap praktik perburuan paus yang brutal. Kelompok Blue Planet Society mendesak Uni Eropa (UE), serta pihak berwenang Denmark untuk membuat wilayah otonomi menghentikan praktik kejamnya.
“Tidak ada dalam sejarah grindadráp sebelumnya, perburuan yang sebesar ini. Terakhir kejadian terparah terjadi pada 13 Agustus 2012, ketika 430 lumba-lumba sisi putih yang dibantai di Hvalba,” kata kelompok itu, seraya menambahkan bahwa perburuan ini mungkin yang terbesar yang pernah tercatat. Grindadráp sendiri berasal dari abad ke-16, sedangkan perburuan itu sendiri berasal dari berabad-abad lebih tua.
Blue Planet Society menjelaskan sementara mamalia laut ini diduga diburu untuk dimakan, sedangkan Kepulauan Faroe, yang hanya menampung sekitar 53.000 orang, tidak mungkin memproses bahkan sebagian kecil dari tangkapan lumba-lumba dalam jumlah besar ini.
(Susi Susanti)