5 Fakta Mencengangkan Pedagang Taruh Narkoba ke Makanan agar Pelanggan Ketagihan

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Kamis 16 September 2021 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 18 2471778 5-fakta-mencengangkan-pedagang-taruh-narkoba-ke-makanan-agar-pelanggan-ketagihan-psVLXF6NjS.jpg Barang bukti. (Foto: Kepolisian Liayungang Haizou)

BEIJING – Kantor Polisi Lunan di Kota Lianyungang, Provinsi Jiangsu China, mendapatkan laporan terkait penggunaan bahan-bahan ilegal dalam makanan agar lebih menggugah selera dan membuat ketagihan.

Berikut ini adalah fakta-fakta terkait pedagang yang menaruh narkoba ke makanan agar pelanggan ketagihan:

1. Dilaporkan Pelanggan

Seorang pemilik warung makan di China ditangkap polisi setelah mengaku menambahkan bubuk opium ke makanannya untuk membuat para pelanggan ketagihan.

Diketahui, salah satu pelanggannya melakukan pelaporan secara anonim. Rupanya baru-baru ini sang pelapor anonim melihat video peringatan keselamatan publik tentang pemilik usaha yang mencampur narkotika ke dalam makanan mereka untuk meningkatkan bisnis.

Pelapor kemudian berpikir apakah warung yang membuat mi kesukaannya juga melakukan hal yang sama.

Dia kemudian membawa sampel mi yang lezat itu ke polisi untuk pengujian, dan hasilnya menunjukkan bahwa itu mengandung tingkat papaverin yang tinggi, narkotika, dan senyawa tidak biasa lainnya.

Baca juga: 

2. Barang Bukti

Polsek Lunan bekerja sama dengan Brigade Penyelidikan Lingkungan Makanan dan Obat-obatan kemudian melakukan penggeledahan secara menyeluruh terhadap warung makan tersebut dan menyita satu wadah besar berisi minyak cabai yang dicampur dengan bahan turunan opium.

“Bumbu minyak cabai dicampur dengan bubuk opium, yang membuatnya terasa jauh lebih enak. Hidangan mi dingin secara keseluruhan rasanya lebih enak, tetapi makanan ini bisa membuat ketagihan dan membahayakan kesehatan dalam jangka panjang,” kata Petugas Zhang Kaoshan kepada wartawan.

3. Tak Bisa Berkelit

Saat dihadang polisi, pemilik warung makan, seorang pria lokal bermarga Li, tak punya pilihan selain mengaku membumbui mi cabainya dengan bubuk opium, ia menjelaskan bahwa itu satu-satunya cara untuk bangkit dari pandemi Covid-19.

Dia telah kehilangan sebagian besar pelanggannya selama lokcdown, jadi dia berpikir dengan membuat pelanggan menjadi ketagihan terhadap mienya adalah cara untuk membantu bisnisnya pulih lebih cepat.

4. Berakhir di Penjara

Pedagang itu juga mengaku pernah mendengar, dengan menambahkan bubuk opium ke dalam bumbu bisa membuat pelanggan ketagihan. Li kemudian merebus bumbu khusus yang dibelinya dengan cabai dan minyak kedelai, lalu membawanya ke toko sebagai minyak cabai rahasia, dan mencampurnya dengan mie dingin. Bisnisnya pun dengan cepat meningkat.

Tak lama kemudian, keuntungan harian warung makan itu naik sekitar sepertiga, dengan minyak cabai yang dicampur menjadi bahan pokok.

Sayangnya karena kerakusannya, ia dicurigai memproduksi dan menjual makanan beracun dan berbahaya, hingga harus dipenjara.

5. Data Statistik Kasus

Papaver somniferum, atau opium poppy, diproses untuk membuat opium obat adiktif. Bahan ini banyak digunakan oleh bisnis makanan China untuk membuat masakan mereka lebih membuat ketagihan, dan dengan demikian mendatangkan lebih banyak keuntungan.

 Menurut statistik media, dari 2020 hingga April 2021, ada 155 kasus kriminal yang melibatkan penambahan bubuk opium secara ilegal ke dalam makanan. Henan, Guizhou, dan Jiangsu adalah tiga provinsi dengan peringkat teratas dalam hal jumlah kasus tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini