Kisah Ular yang Berhasil Bertahan Meski Bumi Dihantam Asteroid

Vanessa Nathania, Okezone · Rabu 15 September 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 18 2471839 kisah-ular-yang-berhasil-bertahan-meski-bumi-dihantam-asteroid-YCVARlpX81.jpg Ular (Foto: Unsplash)

INGGRIS - Menurut sebuah studi terbaru, ular berhasil berkembang biak setelah terjadi serangan asteroid, yang memusnahkan dinosaurus. Serangan asteroid menyebabkan kehancuran, dengan sebagian besar hewan dan tumbuhan mati.

Tetapi para ilmuwan mengatakan, segelintir spesies ular yang masih hidup mampu berkembang biak di dunia pasca-apokaliptik, dengan bersembunyi di bawah tanah dan bertahan lama tanpa makanan.

Reptil tangguh ini kemudian menyebar ke seluruh dunia, berkembang menjadi 3.000 atau lebih spesies yang dikenal saat ini.

Dinosaurus diketahui mati karena adanya serangan asteroid yang menghantam bumi 66 juta tahun yang lalu, hingga memicu gempa bumi, tsunami dan kebakaran hutan, diikuti oleh satu dekade kegelapan ketika awan abu menghalangi matahari.

Diperkirakan 76% tumbuhan dan hewan menghilang setelah peristiwa tersebut. Tetapi ular, seperti beberapa mamalia lain, seperti burung, katak, dan ikan, berhasil bertahan hidup.

(Baca juga: Korut Tembakkan Rudal Balistik di Tengah Kebuntuan Pembicaraan Nuklir)

"Dalam lingkungan dengan kondisi runtuhnya rantai makanan ini, ular mampu bertahan dan berkembang, dan mereka mampu menjajah benua baru dan berinteraksi dengan lingkungan mereka dengan cara baru," kata pemimpin peneliti, Dr Catherine Klein, yang melakukan penelitian di Universitas Bath.

"Kemungkinan tanpa adanya dampak asteroid ini, mereka tidak akan seperti sekarang ini,” lanjutnya.

Pada saat asteroid menghantam Meksiko, ular sangat mirip dengan yang kita kenal sekarang, yakni tidak berkaki dengan rahang lebar untuk menelan mangsa.

(Baca juga: Gadis Ini Bertemu Kembali dengan Ibunya Usai Diculik Selama 14 Tahun)

Dengan persediaan makanan yang terbatas, kemampuan mereka untuk bertahan hidup tanpa makanan hingga satu tahun dan berburu dalam kegelapan setelah bencana, kemungkinan besar berperan dalam kelangsungan hidup mereka.

Beberapa spesies ular yang mendominasi terutama yang hidup di bawah tanah atau di dasar hutan, dan di air tawar.

Sedikitnya persaingan dari hewan lain, mereka memiliki kesempatan luas untuk melakukan banyak hal di sepanjang jalur evolusi yang berbeda dan melintasi seluruh dunia, hingga menjajah Asia untuk pertama kalinya.

Seiring waktu, ular menjadi lebih besar dan lebih tersebar luas, mengeksploitasi habitat baru, dan mangsa baru. Kelompok-kelompok baru muncul, termasuk ular laut raksasa yang panjangnya mencapai 10 meter.

Penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications, menunjukkan bahwa semua ular yang hidup merupakan spesies yang selamat dari dampak asteroid, yang bahkan membunuh dinosaurus.

Keanekaragaman ular modern - termasuk ular pohon, ular laut, ular berbisa dan kobra, dan konstriktor besar seperti boa dan ular sanca – hanya muncul setelah kepunahan massal ini.

Peristiwa seperti itu - ketika setidaknya setengah dari semua spesies mati dalam waktu yang relatif singkat - hanya terjadi beberapa kali dalam perjalanan sejarah planet ini.

“Pada periode sesaat sesudah kepunahan besar, evolusi adalah yang paling liar, eksperimental dan inovatif,” terang Dr Nick Longrich dari Milner Center for Evolution di University of Bath.

Studi ini juga menemukan bukti ledakan kedua evolusi ular di sekitar waktu dunia bergeser dari "Hothouse Earth" yang hangat menuju iklim yang lebih dingin, yang memperlihatkan pembentukan lapisan es kutub dan awal Zaman Es.

Ular telah sangat berkembang di bumi dan dapat ditemukan di setiap benua kecuali Antartika. Mereka hidup di sebagian besar ekosistem, dari laut hingga gurun kering. Ada ular yang hidup di bawah tanah dan ada yang hidup di atas pohon. Ukurannya bervariasi dari beberapa sentimeter hingga lebih dari 6 meter.

Ular sangat penting untuk kesehatan ekosistem, menjaga mangsa dan membantu manusia dengan mengendalikan hama. Namun, karena adanya konflik dengan manusia, banyak spesies terancam punah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini