Baradar Muncul ke Publik, Bantah Perselisihan Internal Taliban

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 16 September 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 18 2472374 baradar-muncul-ke-publik-bantah-perselisihan-internal-taliban-KJscxFOTO2.jpg Mullah Abdul Ghani Baradar (Foto: AFP)

KABUL - Mullah Abdul Ghani Baradar, yang menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Afghanistan muncul dalam sebuah video untuk menyangkal laporan bahwa dia terluka dalam bentrokan dengan faksi lawan, Taliban.

Salah satu pendiri Taliban ini diketahui sudah tidak terlihat selama beberapa hari.

Sebelumnya ada laporan tentang pertikaian antara para pemimpin Taliban, yang melibatkan Baradar dan faksi lawan yang setia pada jaringan Haqqani yang kuat.

Namun dalam wawancara terbaru, Baradar membantah laporan perselisihan internal tersebut.

"Tidak, ini tidak benar; saya baik-baik saja dan sehat," kata Baradar, ketika ditanya apakah dia terluka.

"Saya keluar dari Kabul dan saya tidak memiliki akses internet untuk menyanggah berita bohong itu," tambahnya.

(Baca juga: Intel AS: Ada Ancaman Teroris Baru yang Lebih Besar Selain Afghanistan)

Berdasarkan video pendek yang diposting oleh kantor politik Taliban di Doha di Twitter menunjukkan Baradar duduk di sofa di sebelah pewawancara televise.

"Alhamdulillah hubungan kami baik satu sama lain dan kami saling menghormati. Hubungan kami bahkan lebih baik dari keluarga," katanya.

Baradar adalah pemimpin Taliban pertama yang berkomunikasi langsung dengan presiden AS, dalam percakapan telepon dengan Donald Trump pada 2020. Sebelum itu, ia menandatangani perjanjian Doha tentang penarikan pasukan AS atas nama Taliban.

(Baca juga: PBB Cari Dana Rp8,5 Triliun untuk Cegah Krisis Kemanusiaan Afghanistan)

Video baru muncul setelah pejabat senior Taliban mengatakan kepada BBC bahwa pendukung Baradar berkelahi dengan faksi yang setia kepada Khalil ur-Rahman Haqqani - menteri pengungsi dan tokoh terkemuka dalam jaringan militan Haqqani.

Sebuah sumber mengatakan, argumen itu pecah karena Baradar tidak senang dengan struktur pemerintahan sementara mereka.

Perselisihan juga dilaporkan berasal dari perpecahan mengenai siapa diantara Taliban yang harus mendapat pujian atas kemenangan mereka di Afghanistan.

Berdasarkan laporan, Baradar percaya bahwa penekanannya ada pada cara diplomasi yang dilakukan oleh orang-orang seperti dia, sedangkan anggota kelompok Haqqani - yang dijalankan oleh salah satu tokoh Taliban paling senior - dan pendukung mereka mengatakan, penekanannya dicapai melalui pertempuran.

Jaringan Haqqani dikaitkan dengan beberapa serangan paling kejam yang terjadi di Afghanistan terhadap pasukan Afghanistan dan sekutu Barat Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok ini ditetapkan oleh AS sebagai organisasi teroris.

Pemimpinnya, Sirajuddin Haqqani, adalah menteri dalam negeri di pemerintahan baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini