Kasus Sate Sianida Akan Disidangkan, Komisi Yudisial Diminta Mengawasi

Agregasi KR Jogja, · Kamis 16 September 2021 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 510 2472137 kasus-sate-sianida-akan-disidangkan-komisi-yudisial-diminta-mengawasi-vPi2wj2MpI.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

“Saat itu saya habis sholat Ashar istirahat di samping masjid, motor diparkir depan masjid. Ada cewek umur sekitar 20-25 tahun menghampiri dan tanya motor saya bukan. Dia bilang mau antar paket tapi jauh banget, minta tolong saya bisa atau tidak. Saya jawab bisa. Tapi dia bilang tidak punya aplikasi, dia bilang offline saja. Saya bilang ya saya mau membantu, ketika itu ongkosnya Rp 25 ribu dan dia memberi Rp 30 ribu, saya tidak punya kembalian lalu kata dia buat saya,” ungkapnya pada wartawan.

Paket yang kemudian diketahui berisi sate lontong tersebut ditujukan untuk pria bernama Tomi yang tinggal di Vila Griya Asri Kasihan Bantul dan perempuan itu menyebut paket berasal dari Pak Hamid. Bandiman kala itu tidak memiliki kecurigaan karena nama pengirim, alamat rumah dan nomor handphone yang dituju benar-benar ada.

Ia bahkan sempat menelpon Tomi tersebut saat berada di depan kediaman nomor FF 01 itu. Namun, saat itu menurut Bandiman, rumah dalam kondisi sepi dan Tomi sedang berada di luar kota.

“Bapak itu sempat telpon ibunya (istri) juga karena posisinya di luar kota. Saya tanya paketnya bagaimana. Lha paket sudah jelas nomor rumahnya, telponnya jelas, namanya jelas. Saya tanya paket mau saya kemanakan. Lalu dia bilang, yasudah buat bapak saja buat buka puasa, ya saya bawa balik,” sambung dia.

Usai adzan Maghrib berkumandang, Bandiman yang sudah tiba di rumah lantas berniat memakan sate lontong yang dibawanya. Sang anak yakni Naba Faiz baru tiba pula dari TPA dan membawa makan buka berupa gudeg.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini