“Kebetulan yang saya bawa itu sate. Lalu anak saya bilang, gudegnya buat bapak saja dan satenya buat saya. Saya sempat makan dua tusuk dan anak saya yang besar juga makan tidak apa-apa. Ternyata racunnya itu ada dibumbunya. Anak saya makan dioles di bumbu itu langsung lari ke dapur hoek-hoek. Istri saya yang nyoba juga begitu. Anak saya sudah jatuh di dapur. Sempat dioles-olesi oleh kakak saya tapi karena darurat langsung saya bawa ke rumah sakit. Itu di jalan nafasnya sudah satu-satu itu,” kenangnya.
Saat dibuka, bungkusan sate itu memang terpisah antara bumbu, lontong dan tusuk sate ayamnya. Diakui Bandiman, sang putra baru memakan sedikit, setengah sendok saja sebelum akhirnya muntah-muntah dan tak sadarkan diri di dapur.
“Saya makan dua tusuk saat itu. Adiknya makan baru setengah sendok katanya rasanya itu pahit, dia sempat minum lalu ke dapur sudah tidak sadar langsung ngglethak gitu. Ibunya makan dikit, tapi respon langsung muntah, nah anak saya minum dulu mungkin itu membuat menyebar. Di rumah sakit dokter bilang positif keracunan. Ibunya saat itu masih dirawat,” pungkasnya dengan berusaha tegar.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.