Pegawai Vendor Nekat Bobol Mesin ATM hingga Rp498 Juta

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 17 September 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 519 2472801 pegawai-vendor-nekat-bobol-mesin-atm-hingga-rp498-juta-ojjmLGCmYB.jpg Pelaku pembobolan mesin ATM (foto: MNC Portal/Avirista)

KOTA MALANG - Dua pelaku spesialis pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Malang raya berhasil diringkus. Keduanya yakni Ian alias Toyib (33) warga Kecamatan Pagak dan AP (29) warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, yang beraksi di belasan lokasi ATM.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengungkapkan, kasus pembobolan ATM ini berhasil diungkap, diawali laporan salah satu vendor ATM yang curiga, adanya pencurian uang. Dari sanalah polisi melakukan penyelidikan dan melakukan audit di internal vendor ATM tersebut.

"Kami terima laporan 26 Agustus 2021, lalu dilakukan penyelidikan. Bedasarkan hasil audit dan analisa kami terkait CCTV dan hal - hal lain, dari itu kami menyatakan ada satu pelaku yang kami duga pelaku pencurian tersebut," ungkap Tinton saat rilis di Mapolresta Malang Kota, Jumat (17/9/2021).

Baca juga:  4 Pelaku Ganjal ATM Ditangkap Polisi saat Beraksi di Bekasi

Polisi akhirnya berhasil meringkus AP di rumahnya, yang dicurigai melakukan aksi pembobolan ATM. Setelah dikembangkan terdapat satu pelaku yang teridentifikasi atas nama Ian alias Toyib.

"Pelaku AP terlebih dahulu diamankan di rumahnya di Wagir, pada 31 Agustus 2021. Sementara tersangka Ian alias Toyib yang melarikan diri dan menjadi daftar pencarian orang (DPO) tertangkap di Kabupaten Mojokerto. Tersangka AF alias Ian ini otak utama dari pembobolan ATM," katanya.

Baca juga: Polisi Tangkap Komplotan Pembobol ATM Bermodus Cabut Listrik

Khusus untuk tersangka Ian, polisi terpaksa menghadiahi tembakan di kakinya karena sempat akan melarikan diri saat diamankan di Mojokerto. "Pelaku sempat melarikan diri karena melarikan diri sesuai prosedur kita berikan peringatan dan dilumpuhkan," tuturnya.

Tinton menerangkan, berdasarkan interogasi keduanya leluasa mengambil uang karena merupakan pegawai dari vendor ATM dan mengetahui jadwal pengisian ATM, yang dilakukan rekannya di vendor tempatnya bekerja. Keduanya mengetahui titik mana ATM yang telah terisi dan kemudian dipindahkan uang di kaset brankas ATM sedikit demi sedikit ke tempat lain.

"Modus pelaku mengambil uang dari kaset dalam ATM, selanjutnya diambil uang sedikit demi sedikit dari Februari hingga Agustus dipindahkan ke ATM yang baru diiisi, dipindahkan ke tempat yang lain. Diambil sedikit - sedikit Rp 30 juta, Rp 40 juta, hingga total Rp 498.400.000 yang diambil," terangnya.

Diketahui pelaku dikatakan Tinton, telah beraksi di 15 tempat ATM di Malang raya. Keduanya telah melakukan aksinya sejak 10 tahun selama menjadi karyawan di perusahaan vendor tersebut.

"Ada 15 TKP dia beraksi, pelaku ini beraksi sangat rapi, sudah 10 tahun menjadi karyawan di salah satu vendor tersebut. Terakhir kali beraksi di ATM Jalan Sudanco Supriyadi. sukun pada 26 Agustus 2021," jelasnya.

Dari ratusan juta uang yang berhasil dibobol keduanya, polisi hanya mengamankan sisa uang Rp 36.600.000. Barang bukti lain yang berhasil diamankan berupa tiga buah kaset brankas penyimpanan uang ATM, seragam kerja keduanya di vendor ATM tersebut, serta sepeda motor yang digunakan untuk beraksi.

"Kedua dijerat Pasal 363 juncto 65 karena berulang - ulang (melakukan pencurian) ancaman 9 tahun penjara," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini