JAKARTA – Ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tinggal menghitung hari, pemerintah pun mengkalim sudah siap meski ada beberapa kendala yang menghadang seperti pandemi. Selain Covid-19, malaria di Papua jadi perhatian tersendiri.
“Insya Allah selesai untuk sarana prasarana. Segala masukan nanti akan kita perdetail dan kita upayakan untuk coba nanti kita akomodasi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dikutip dari keterangan tertulis pada Minggu (19/9/2021).
Seraya mendengar laporan dan masukan dari sejumlah pihak, Menko PMK mengingatkan panitia penyelenggara maupun Dinas Kesehatan Papua untuk memperhatikan kesiapan layanan kesehatan. Bukan hanya dalam hal pencegahan dan penanganan Covid-19, tetapi juga penyakit lain seperti malaria.
“Jangan cuma Covid-19 nya saja, tapi Papua ini saya lihat juga masih rentan untuk penyakit-penyakit lain terutama Malaria. Jadi tolong ini juga agar diperhatikan kesiapan layanan kesehatannya,” tutur Muhadjir.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan dari berbagai laporan yang diterima termasuk dari hasil kunjungan kerja sejumlah menteri bahwasanya persiapan untuk sarana prasarana masih ada beberapa yang perlu disempurnakan.
Ia menyebut, misalnya, untuk lapangan tembak perlu diperbaiki tanggul pengaman di belakang guna mencegah agar peluru tidak berbalik. Kata Basuki, hal itu sudah ditangani dengan segera dan sudah ditambah 5.000 karung untuk penahan.
“Saya kira apa yang direkomendasikan terkait kesiapan untuk sarpras yang krusial itu sudah dilakukan penanganan,” timpalnya.
Baca Juga : Mendagri Tito Minta Pemerintah Desa Serius Tangani Stunting
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Seskemenpora) Gatot S Dewa Broto menyampaikan saat ini atau tepatnya 15 hari menuju pembukaan dan 5 hari menuju pertandingan pertama untuk ajang PON XX Papua, sudah ada sebagian kontigen yang datang.
“Sebagian kontingen sudah ada yang datang. Sebagian cabor juga sudah ada yang datang, baik untuk pembinaan pelatihan atau untuk penyesuaian medan,” terangnya.