Yoris Sempat Curiga Sidik Jari Yosef Tercecer di TKP Pembunuhan Subang

Didin Jalaludin, Koran SI · Rabu 22 September 2021 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 525 2475117 yoris-sempat-curiga-sidik-jari-yosef-tercecer-di-tkp-pembunuhan-subang-FQX2SR6zJS.jpg Foto: MNC Portal

SUBANG - Kasus pembunuhan sadis, Tuti (56) dan putrinya Amalia Mustika Ratu (23) yang jasadnya ditemukan di bagasi mobil Alphard di Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada 18 Agustus 2021, masih menyisakan misteri. Lebih dari satu bulan berlalu, kasus ini masih tetap dalam proses penyelidikan dan pelakunya belum tertangkap.

(Baca juga: Lumuri Kotoran Manusia dan Aniaya M Kece, Irjen Napoleon Diisolasi)

Saat ini, penyelidikan tengah fokus pada hasil rekaman CCTV serta hasil olah TKP. Salah satu yang menjadi perhatian diantaranya sidik jari yang ada di rumah korban, yang menjadi lokasi pembunuhan. Sidik jari berhasil ditemukan itu disebut-sebut milik Yosef, yang tak lain suami Tuti sekaligus ayah kandung Amelia.

Hal ini diketahui dari informasi yang didapat Yoris, kakak kandung Amalia atau anak Yosef dan Tuti, yang diungkapkan oleh perempuan yang bernama Yeti dalam wawancara yang diposting dalam akun YouTube atas nama Heri Susanto, beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Hasil DNA Puntung Rokok di TKP Pembunuhan Subang Milik Danu, Reaksi Keluarga Mengejutkan)

"Ada curiga-curiga, tapi gak taulah, karena sidik jarinya juga banyak si papah, ceunah gitu bilangnya ke saya. Di jaketnya juga ada darahnya,"kata Yeti menceritakan curhatan Yoris dalam sebuah tayangan video.

Yeti kemudian menasehati Yoris, jika pun memang benar pelakunya ayahnya, dia jangan marah atau dendam karena bagaimanapun Yosef adalah ayah kandungnya. Namun demikian, dirinya dan keluarga berharap dugaan itu salah. Meskipun kecurigaan itu didasari temuan olah TKP soal adanya bercak darah di jaket Yosef.

"Yoris juga (dengan keadaan ini) sangat marah sekali. Apalagi sempat dipojokan. Yoris sudah ada curiga, tapi dia terus (berpikir) positif karena emang dia papahnya, jadi tidak terlalu begitu lah,"tambah dia.

Kemudian selain sidik jari dan bercak darah juga ditemukan DNA salah seorang kerabat korban bernama Danu, pada sebuah puntung rokok yang ada di dalam rumah korban. Hal ini berdasarkan hasil olah TKP penyidik menemukan puntung rokok dengan berbagai merek.

Tak hanya itu, penyidik juga menemukan sebuah Helm berwarna kuning. Hingga akhirnya kembali melakukan pemeriksaan terhadap kerabat dan keluarga korban tersebut termasuk Danu.

Diketahui, Danu atau Muhammad Ramdanu atau adalah sepupu dari korban Amalia. Danu mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan Yosef. Dia merupakan staf Tata Usaha di Yayasan Bina Prestasi Nasional milik dari keluarga korban.

Danu cukup sering dihubungi dan disuruh Yosef untuk keperluan Yayasan dan pengakuan terakhirnya disuruh oleh Yosef untuk mengecek rumah Tuti. Informasinya adalah Tuti dan Amalia kala itu diculik orang tak dikenal, dan karena panik Danu langsung datang masuk kerumah Tuti.

Bahkan, dalam pemeriksaan polisi Yosef sebelumnya, pernah menyebut seseorang memiliki akses keluar masuk ke rumah korban. Seseorang itu ditunjukan kepada Danu. Bahkan, Danu biasa datang ke rumah Tuti dan Amalia pada malam hari dan memiliki akses ke rumah tersebut.

Tudingan itu langsung dibantah Danu. Dia menjelaskan bahwa dirinya memang sering kerumah Tuti, namun kedatangannya hanya jika dipanggil atau disuruh oleh korban. Termasuk soal tudingan Danu memiliki kunci rumah korban, menurutnya itu tidak benar.

"Itu gak bener, Danu gak pernah pegang kunci rumah. Yang Danu pegang itu kunci SMK (sekolah). Danu sering datang itu karena disuruh, kalau gak disuruh mah gak pernah datang,"tutur Danu.

Meski sejumlah fakta telah dikumpulkan, tapi hingga saat ini belum ada satupun tersangka yang ditetapkan. Polisi tidak mau gegabah menentukan siapa tersangka dibalik kasus ini. Beberapa barang bukti yang ada dianggap masih belum cukup untuk menentukan tersangka.

Sementara itu kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat mengklarifikasi soal jaket kilennya yang dipertanyakan rersebut. Berdasar pengakuan Yosef, jaket tersebut dilepas sebelum masuk ke dalam rumah. Saat itu Yosef tiba ke rumah yang jadi TKP pada pukul 07.15 WIB.

Ia pulang mengendarai motor tanpa memakai helm sepulang dari rumah istri mudanya. Kemudian memarkir motornya di sebelah mobil Alphard yang saat itu sudah berbalik arah.

"Saat itu dia belum tahu ada jasad anak dan istrinya dalam mobil. Karena, sempat mau buka pintu mobil gak berhasil. Kemudian Pak Yosef ini masuk melalui pintu depan. Di situ ada kursi, lalu membuka jaketnya dan di simpan. Dan masuk rumah tanpa jaket. Saat itu kondisi rumah sudah berantakan,"tutur dia.

Saat itu kiliennya mulai curiga dan panik, karena saat masuk ke dalam rumah ada banyak bercak darah. Kemudian mencari istri dan anaknya juga sudah ada. Dari situ dia bertemu Pak Ujang hingga akhirnya memutuskan untuk lapor ke Polsek Jalan Cagak.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan di Subang tersebut saat ini telah diambil alih Bareskrim Polri. Alasanya kasus ini membutuhkan pengungkapan yang mendalam. Sebelumnya Bareskrim Mabes Polri dirunkan hanya untuk membantu penyidik Polres Subang dan Ditkrimum Polda Jabar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini