Tiga Wisatawan di Pantai Palabuhanratu Nyaris Tewas Terseret Arus

Dharmawan Hadi, iNews · Minggu 26 September 2021 03:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 525 2476906 tiga-wisatawan-di-pantai-palabuhanratu-nyaris-tewas-terseret-arus-UFYGeD6h8u.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SUKABUMI - Pantai Palabuhanratu mulai ramai kembali dikunjungi wisatawan seiiring dengan diberlakukannya PPKM Level 2 di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Liburan di akhir pekan ini, tiga wisatawan nyaris tewas terseret arus di dua lokasi wisata pantai di Palabuhanratu pada Sabtu 25 September 2021.

Di lokasi pertama, korban atas nama Asep (24) warga Pangsor Palabuhanratu, terseret ombak di Pantai Karangsari hingga ke tengah laut. Hal tersebut dikatakan Kasat Polair Polres Sukabumi, AKP Tri Andri Affandi kepada wartawan.

"Kronologi kejadiannya berawal saat korban sedang berenang sendirian, lalu terseret ombak ke tengah lautan. Korban yang terlihat oleh petugas berhasil diselamatkan dan dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan layanan kesehatan," ujar Tri menerangkan kepada wartawan.

Sementara itu di lokasi kedua, wisatawan terseret ombak terjadi di Pantai Istiqomah Citepus. Dua orang wisatawan tersebut merupakan warga Kampung Coblong RT 03/03, Desa Talaga, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Viral Wisatawan Pantai Pelabuhan Ratu Membeludak, Aparat Teriak-Teriak Suruh Bubar

Ketua Balawista Palabuhanratu, Yanyan Nuryanto menyebutkan kedua korban bernama Ahmad Saeful Bahri (23) dan Aziz Malik Fajar (21) yang kedua tercatat masih sebagai mahasiswa.

Baca juga: Pelabuhan Ratu, Tempat Berburu Seafood Lezat hingga Pemandian Air Panas

"Kedua korban yang sudah berada di tengah lautan, tertolong oleh petugas Balawista yang bernama Geco, Aris dan Rio. Keduanya selamat dan dapat ditarik ke darat dengan bantuan petugas," ujar Yanyan kepada wartawan.

Yanyan menambahkan kedua korban diberikan pertolongan darurat untuk mengeluarkan air laut yang banyak terminum oleh korban. "Beruntung keduanya bisa memulihkan kondisinya hingga tidak perlu dibawa ke rumah sakit," pungkasnya.

Baca juga: Wajib Scan Barcode di Tempat Wisata, Warga: Bagus tapi Merepotkan!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini