Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jejak Kaki Manusia 'Tertua' Berusia 23.000 Tahun Ditemukan, Apa yang Terjadi Saat Itu?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 27 September 2021 |06:58 WIB
Jejak Kaki Manusia 'Tertua' Berusia 23.000 Tahun Ditemukan, Apa yang Terjadi Saat Itu?
Jejak kaki manusia tertua di Amerika ditemukan (Foto: Bournemouth University)
A
A
A

Sementara, sifat alami dari bukti fisik ini sulit untuk diabaikan, para peneliti harus memastikan bukti penanggalan itu - secara harfiah - kedap air.

Persoalan rumit yang dicatat oleh jurnal selama tahap awal penelitian adalah "efek reservoir". Hal ini mengacu pada karbon yang ditemukan terkadang berdaur ulang di lingkungan berair, mengganggu hasil radiokarbon [penanggalan] dengan membuat situs tampak lebih tua dari usianya.

Namun, para peneliti mengatakan mereka telah memperhitungan efek ini, dan meyakini hal itu tidak berpengaruh banyak terhadap objek penelitian.

Prof Tom Higham, ahli penanggalan radiokarbon di Universitas Vienna mengatakan mereka telah melakukan pemeriksaan penanggalan dari materi terdekat lokasi jejak kaki, dan menemukan bahwa sampel terestrial (arang) menunjukkan usia yang sama dari spesies air, yang mereka ukur usianya dari dekat lokasi jejak kaki.

"Mereka juga berpendapat, menurut saya dapat dibenarkan, bahwa saat orang-orang berjalan di sana, air danau saat itu pasti dangkal, sehingga bisa mencegah efek reservoir yang ditunjukan oleh sumber karbon lama,” terangnya.

Konsistensi hasil dan dukungan dari teknik penanggalan yang berbeda diterapkan kepada masing-masing situs telah mendukung validitas hasilnya.

"Menurut saya, secara keseluruhan ini berusia rentang 21.000 sampai 23.000 tahun," kata Prof Higham kepada BBC News.

Pro dan kontra di dunia arkeologi mengenai manusia pertama Amerika berkaitan dengan hal ini.

Selama paruh kedua Abad ke-20, sebuah konsensus muncul di antara para arkeolog Amerika Utara, bahwa orang-orang dengan budaya Clovis merupakan yang pertama menduduki Amerika.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement