Jejak Kaki Manusia 'Tertua' Berusia 23.000 Tahun Ditemukan, Apa yang Terjadi Saat Itu?

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 27 September 2021 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 18 2477287 jejak-kaki-manusia-tertua-berusia-23-000-tahun-ditemukan-apa-yang-terjadi-saat-itu-TDeQKSYUJs.jpg Jejak kaki manusia tertua di Amerika ditemukan (Foto: Bournemouth University)

  • Bukti jejak kaki tak seperti batu

Para peneliti tak tahu pasti apa yang dilakukan para remaja itu, tapi ada kemungkinan mereka membantu orang-orang dewasa yang punya kebiasaan berburu. Hal in seperti terlihat dalam budaya penduduk Amerika asli di kemudian hari.

Kebiasaan ini dikenal dengan buffalo jump [formasi penduduk asli Amerika Utara dalam berburu bison dengan jumlah besar] dan termasuk menggiring hewan-hewan buruan itu ke tepian jurang.

“Hewan buruan semuanya harus diproses dalam waktu singkat," jelas Dr Sally Reynolds, salah satu penulis dari Universitas Bournemouth.

"Orang harus menyalakan api, dan harus mulai memisahkan bagian lemaknya dengan cara dibakar. Para remaja bisa membantu mengumpulkan kayu bakar, air atau hal terkait proses ini,” lanjutnya.

Umur dari penemuan ini adalah yang utama, karena banyak klaim yang tak terhitung mengenai pendudukan awal manusia di Amerika. Perdebatan ini dilakukan dengan sejumlah cara.

Sering kali perdebatan mempersoalkan apakah alat-alat batu yang ditemukan di situs kuno itu benar-benar peninggalan budaya, atau jangan-jangan hanya batu yang pecah melalui proses alami - seperti pecahan batu yang jatuh dari tebing.

Artefak yang digunakan penduduk awal terkadang kurang jelas untuk dipahami dibandingkan dengan mata tombak yang dibuat dengan baik di Amerika Utara pada 13.000 tahun yang lalu dan seterusnya. Hal ini menimbulkan keragu-raguan mengenai identitas mereka.

"Salah satu alasan kenapa banyak perdebatan adalah karena kurangnya data yang jelas dan tegas. Itulah yang kami pikir, kami kemungkinan besar sudah mendapatkannya," kata Prof Matthew Bennett, penulis utama dari jurnal penelitian Universitas Bournemouth kepada BBC News.

"Jejak kaki tidak seperti artefak batu. Jejak kaki ya jejak kaki, dan ini tak bisa bergerak naik-turun [di lapisan tanah],” terangnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini