Taliban Larang Tukang Cukur Janggut

Susi Susanti, Okezone · Senin 27 September 2021 07:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 18 2477309 taliban-larang-tukang-cukur-janggut-921S11wZ4D.jpg Taliban larang tukang cukur janggut (Foto: Twitter)

HELMAND - Taliban telah melarang penata rambut di provinsi Helmand, Afghanistan mencukur atau memotong janggut, dengan mengatakan itu melanggar interpretasi mereka terhadap hukum Islam.

Polisi agama Taliban mengatakan siapa pun yang melanggar aturan akan dihukum.

Beberapa tukang cukur di ibukota Kabul mengatakan mereka juga menerima pesanan serupa.

Dalam pemberitahuan yang dipasang di salon di provinsi Helmand selatan, petugas Taliban memperingatkan bahwa penata rambut harus mengikuti hukum Syariah untuk potong rambut dan janggut.

 (Baca juga: Taliban Kirim Surat ke PBB, Minta Bicara di Majelis Umum)

"Tidak ada yang berhak untuk mengeluh," demikian bunyi pemberitahuan yang dilihat oleh BBC.

"Para pejuang Taliban terus datang dan memerintahkan kami untuk berhenti mencukur janggut," kata seorang tukang cukur di Kabul.

"Salah satu dari mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka dapat mengirim inspektur yang menyamar untuk menangkap kita,” lanjutnya.

 (Baca juga: Taliban: Tidak Ada Al Qaeda Atau ISIS di Afghanistan)

Penata rambut lain, yang mengelola salah satu salon terbesar di kota itu, mengatakan dia menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pejabat pemerintah. Mereka menginstruksikannya untuk "berhenti mengikuti gaya Amerika" dan tidak mencukur atau memotong janggut siapa pun.

Tapi sejak itu, penampilan yang dicukur bersih menjadi populer dan banyak pria Afghanistan pergi ke salon untuk potongan yang modis.

Namun para tukang cukur, yang tidak disebutkan namanya untuk melindungi keselamatan mereka, mengatakan aturan baru membuat mereka sulit mencari nafkah.

"Selama bertahun-tahun salon saya menjadi tempat bagi kaum muda untuk bercukur sesuai keinginan mereka dan tampil trendi," kata salah satu dari mereka kepada BBC.

"Tidak ada gunanya melanjutkan bisnis ini,” terangnya.

"Salon fashion dan tukang cukur menjadi bisnis terlarang," kata yang lain.

"Ini adalah pekerjaan saya selama 15 tahun dan saya rasa saya tidak bisa melanjutkannya,” ujarnya.

Tukang cukur lain di kota barat Herat mengatakan bahwa meskipun dia belum menerima perintah resmi, dia telah berhenti menawarkan cukur janggut.

"Pelanggan tidak mencukur janggut mereka [karena] mereka tidak ingin menjadi sasaran pejuang Taliban di jalanan. Mereka ingin berbaur dan terlihat seperti mereka,” lanjutnya.

Meskipun dia telah memangkas harga untuk potong janggut, namun dia mengaku bisnis ini sudah tidak banyak diminati.

"Tidak ada yang peduli dengan gaya atau gaya rambut mereka," katanya.

Instruksi tersebut menyarankan untuk kembali ke aturan ketat masa lalu kelompok yang berkuasa, meskipun menjanjikan bentuk pemerintahan yang lebih ringan.

Selama masa kekuasaan pertama Taliban dari 1996 hingga 2001, kelompok Islam garis keras melarang gaya rambut flamboyan dan bersikeras bahwa pria menumbuhkan janggut.

Sejak mengambil alih kekuasaan bulan lalu, Taliban telah melakukan hukuman keras terhadap lawan. Pada Sabtu (25/9), para pejuang kelompok itu menembak mati empat orang yang diduga penculik dan tubuh mereka digantung di jalan-jalan provinsi Herat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini