Taliban Kirim Surat ke PBB, Minta Bicara di Majelis Umum

Susi Susanti, Okezone · Rabu 22 September 2021 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 18 2475070 taliban-kirim-surat-ke-pbb-minta-bicara-di-majelis-umum-NwxcMW3uVV.jpg Menlu Taliban Amir Khan Muttaqi (Foto: AFP)

KABUL - Taliban telah meminta untuk berbicara dengan para pemimpin dunia di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu ini di New York City.

Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi mengatakan pihaknya telah mengajukan permintaan itu melalui surat pada Senin (20/9). Sebuah komite PBB akan memutuskan permintaan tersebut.

Taliban juga menominasikan juru bicara mereka yang berbasis di Doha, Suhail Shaheen, sebagai duta besar Afghanistan untuk PBB.

Taliban yang menguasai Afghanistan bulan lalu, mengatakan utusan pemerintah yang digulingkan itu tidak lagi mewakili negara itu.

(Baca juga: PM Pakistan: Larangan Sekolah Bagi Perempuan Afghanistan Tidak Islami)

Menurut juru bicara PBB, permintaan untuk berpartisipasi dalam debat tingkat tinggi sedang dipertimbangkan oleh komite kredensial, yang sembilan anggotanya termasuk AS, China dan Rusia.

Tetapi mereka tidak mungkin bertemu sebelum akhir sesi Majelis Umum PBB pada Senin (27/9) depan. Sampai saat itu, di bawah aturan PBB, Ghulam Isaczai akan tetap menjadi duta besar Afghanistan untuk badan global tersebut.

Dia diharapkan untuk memberikan pidato pada hari terakhir pertemuan pada 27 September. Namun Taliban mengatakan misinya tidak lagi mewakili Afghanistan.

Taliban juga mengatakan bahwa beberapa negara tidak lagi mengakui mantan Presiden Ashraf Ghani sebagai pemimpin.

(Baca juga: Taliban: Tidak Ada Al Qaeda Atau ISIS di Afghanistan)

Ghani tiba-tiba meninggalkan Afghanistan saat gerilyawan Taliban maju ke ibu kota, Kabul, pada 15 Agustus lalu. Sejak itu dia mengungsi ke Uni Emirat Arab.

Ketika Taliban terakhir menguasai Afghanistan, antara tahun 1996 dan 2001, duta besar pemerintah yang mereka gulingkan tetap sebagai perwakilan PBB, setelah komite kredensial menunda keputusannya atas klaim yang bersaing untuk posisi tersebut.

Pada pertemuan PBB pada Selasa (21/9), Qatar mendesak para pemimpin dunia untuk tetap terlibat dengan Taliban.

"Memboikot mereka hanya akan mengarah pada polarisasi dan reaksi, sedangkan dialog bisa bermanfaat," kata penguasa Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Qatar telah menjadi perantara utama di Afghanistan. Ini menjadi tuan rumah pembicaraan antara Taliban dan AS yang berpuncak pada kesepakatan 2020 untuk menarik pasukan NATO yang dipimpin AS.

Negara ini telah membantu warga Afghanistan dan warga negara asing untuk mengevakuasi negara itu sejak pengambilalihan Taliban, dan telah memfasilitasi pembicaraan damai intra-Afghanistan baru-baru ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini