Klaim Bisa Hentikan Virus Corona, Dukun Ini Meninggal Terpapar Covid-19

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 27 September 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 18 2477581 klaim-bisa-hentikan-virus-corona-dukun-ini-meninggal-terpapar-covid-19-arqjiOz7bL.jpg Foto: World of Buzz.

COLOMBO - Seorang dukun terkenal Sri Lanka, yang mengklaim mampu menghentikan penyebaran virus corona di negaranya dengan air 'ajaib' telah meninggal karena Covid-19, menurut laporan BBC.

November lalu, pria berusia 48 tahun itu mengaku mampu mengakhiri pandemi di Sri Lanka dan negara tetangganya, India hanya dengan menuangkan sepanci air yang telah 'diguna-guna' di sungai.

Diwartakan World of Buzz, menurut keluarganya, dukun, yang pernah merawat bintang olahraga dan politisi terkemuka termasuk perdana menteri negara itu, menolak untuk divaksinasi.

BACA JUGA: Dukun Ini Klaim Bisa Sembuhkan Covid-19 Tanpa Obat dan Vaksin

Mantan menteri kesehatan Sri Lanka, Pavithra Wanniarachchi pernah mendukung pengobatan dukun tersebut.

Namun, Pavithra kemudian terinfeksi Covid-19 dua bulan kemudian hingga dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Sang menteri juga kehilangan portofolionya dan dipindahkan ke kementerian lain.

BACA JUGA: Batu Permata Terbesar di Dunia Ditemukan di Halaman Belakang Rumah, Ditaksir Seharga Rp1,4 Triliun

Dukun, yang tidak disebutkan namanya itu dilaporkan terinfeksi Covid-19 dan jatuh sakit karena virus itu awal bulan ini. Saat dibawa ke rumah sakit, kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya meninggal pada Rabu (22/9/2021).

Pada 2010 lalu, dukun itu mendapat perhatian internasional, ketika pemain kriket legendaris India, Sachin Tendulkar secara terbuka berterima kasih padanya karena telah mengobati cedera lututnya. Dia juga telah merawat bintang kriket India lainnya, termasuk Gautam Gambhir dan Ashish Nehra.

Namun, dokter medis modern menggambarkan dia sebagai pembohong dan praktisi Ayurveda, pengobatan alternatif India, juga menolak klaimnya meskipun sang dukun menyatakan bahwa dia menggunakan metode medis berusia 3.000 tahun itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini