Dulu Korban Pemerkosaan, Sekarang Jadi 'Ratu Senjata'

Vanessa Nathania, Okezone · Selasa 28 September 2021 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 18 2477911 dulu-korban-pemerkosaan-sekarang-jadi-ratu-senjata-9voeZ5IkQB.jpg Korban pemerkosaan yang sekarang dijuluki sebagai 'Ratu Senjata' (Foto: Jam Press)

ISRAEL - Seorang 'influencer' yang pertama kali menembakkan senjata api pada usia 18 tahun dan bertugas di Pasukan Pertahanan Israel tahu betapa seriusnya kekerasan seksual terhadap perempuan - dan mengatakan senjata dapat membantu permasalahan itu.

Model dan instruktur kebugaran, Orin Julie pertama kali menembakkan pistol pada usia 18 tahun sebelum bertugas di Angkatan Pertahanan Israel. Dia sekarang memiliki 621.000 pengikut di Instagram dan dijuluki 'Queen of Guns' (Ratu Senjata).

Tragisnya, wanita berusia 27 tahun itu telah diperkosa sebanyak dua kali. Dia mengatakan pengalaman itu mengajarinya bahwa senjata bisa menjadi alat penting untuk perlindungan perempuan.

“Saya telah menjadi korban pemerkosaan dua kali dalam hidup saya, pertama kali pada usia delapan tahun,” terangnya.

"Saya dilecehkan secara seksual oleh pria yang lebih tua,” lanjutnya.

 (Baca juga: Biar Jera, Pelaku Percobaan Pemerkosaan Dihukum Mencuci Pakaian Semua Wanita di Desanya)

“Kejadian itu sangat mempengaruhi saya sehingga saya kehilangan semua kepercayaan diri saya dan menjadi takut akan segalanya,” ungkapnya.

"Saya berubah menjadi anak yang sangat pendiam bersama dengan beberapa teman dan saya selalu curiga terhadap orang dewasa - saya tidak percaya pada mereka,” jelasnya.

“Saya ingat, setiap malam berdoa kepada Tuhan untuk mengirim saya seseorang yang kuat untuk menyelamatkan saya dan tidak ada yang datang. Jadi sayalah yang menjadi seseorang itu,” terangnya.

 Baca juga: Derita Keluarga Kerala Dalit, Laporkan Kekerasan Seksual Malah Dikucilkan)

Influencer kebugaran yang tangguh ini mengatakan senjata adalah sumber utama kepercayaan dirinya - dan harus dimiliki untuk setiap wanita.

“Pertama kali saya menembakkan pistol mengubah hidup saya. Saya merasa telah menjadi 'seseorang yang kuat' yang saya butuhkan sebagai seorang anak,” ungkapnya.

“Saya pikir lebih banyak orang dan terutama wanita harus tahu bagaimana membela diri,” terangnya.

Sama seperti Inggris yang memiliki beberapa undang-undang senjata paling ketat di dunia, hal yang sama juga berlaku di negara asalnya Israel. Di sini, mereka yang menginginkan lisensi harus melalui pemeriksaan yang ketat.

Namun Orin berpikir setiap wanita harus memiliki hak untuk senjata.

"Dengan meningkatnya kekerasan terhadap perempuan, saya pikir lebih banyak perempuan harus membawa senjata dan pelatihan,” terangnya.

“Tidak hanya akan memperkaya kehidupan, itu akan menyelamatkan mereka. Dunia luar tidak selalu baik, dan tidak selalu tentang pendidikan,” jelasnya.

Ratu Senjata ini memiliki tiga senjata api, dua di antaranya digunakan dalam kompetisi.

Dalam kesehariannya, dia membawa Glock 19 Gen 5 - dan dia mengatakan bahwa dia ingin meningkatkan ke Glock 43.

“Saya mulai melatih sebuah kelompok dan mendapatkan pistol dengan lisensi pribadi dan saya juga membeli senjata lain untuk kompetisi saya,” terangnya.

"Yang paling menyenangkan untuk menembak adalah senapan mesin otomatis penuh - ini cukup menarik,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini