Share

Cegah Kecurangan Tes Seleksi Guru, Internet Dimatikan

Susi Susanti, Okezone · Rabu 29 September 2021 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 18 2478518 cegah-kecurangan-ujian-guru-internet-dimatikan-sGqyCy3SpM.jpg Petugas keamanan mengecek para kandidat yang akan mengikuti ujian guru massal (Foto: CNN)

NEW DELHI - Lebih dari 25 juta orang di seluruh negara bagian Rajasthan di India menghadapi pemadaman dan pembatasan internet yang diamanatkan pemerintah pada Minggu (26/9), dalam upaya untuk mencegah kecurangan dalam ujian massal.

Ratusan ribu kandidat mengikuti Tes Kelayakan Guru Rajasthan (REET), ujian yang membuka jalan untuk bekerja sebagai guru sekolah dasar atau menengah di sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah.

Ini adalah posisi yang didambakan banyak orang di sana. Ujian ini sudah lama tidak dilakukan di Rajasthan sejak 2018. Hal ini pula yang menjadi alasan jumlah kandidat yang membludak pada Minggu (26/9).

(Baca juga: India Izinkan Uji Coba Vaksin Novavax untuk Anak Usia 7-11 Tahun)

Ribuan pusat tes didirikan di seluruh negara bagian. Banyak orang-orang bepergian dari kampung halaman mereka dengan bus gratis yang diatur oleh pemerintah. Namun, waspada terhadap potensi kecurangan pada ujian tertulis – yang telah merajalela di masa lalu – pihak berwenang memerintahkan distrik untuk mengeluarkan pembatasan internet untuk mencegah kebocoran informasi.

Setidaknya 10 distrik mematikan internet seluler mereka, meskipun beberapa distrik tetap menggunakan internet broadband untuk meminimalkan gangguan terhadap bisnis dan kehidupan sehari-hari.

(Baca juga: Siswa di India Nyontek Massal saat Ujian)

Menurut Dinesh Kumar Yadav, Komisaris Divisi Jaipur, di distrik Jaipur, negara bagian terpadat dengan lebih dari 6,6 juta penduduk, internet dimatikan dari jam 08.00 sampai jam 17.00 waktu setempat.

"Ada begitu banyak kandidat ... kami hanya ingin memastikan [tidak ada kecurangan]," terangnya.

"Orang-orang mencoba menipu tetapi kami menangkap banyak dari mereka. Tetapi karena internet dimatikan, kertas [tes] tidak bocor,” lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa kandidat terkadang menggunakan "berbagai jenis" instrumen untuk mencoba menyontek, dan siswa lain "akan marah jika mereka tidak mendapatkan kesempatan yang adil."

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Menurut perkiraan populasi terbaru dari sensus 2011, beberapa distrik besar lainnya, termasuk Alwar, Nagaur, Sikar dan Ajmer, juga memberlakukan penutupan internet sementara. Hingga total lebih dari 25,2 juta orang yang terkena dampak. Menurut survei yang sama, Rajasthan adalah rumah bagi lebih dari 68 juta orang.

Menurut sebuah dokumen yang di-tweet oleh Ketua Menteri Rajasthan Ashok Gehlot, tindakan anti-kecurangan lainnya termasuk kamera CCTV di semua pusat pengujian.

Kandidat tidak diperbolehkan membawa masker sendiri dari luar. Setelah sampai, mereka harus membuang masker yang dibawa, kemudian menggunakan masker yang disediakan di pusat pengujian.

Seluruh proses ujian — mulai dari pencetakan kertas ujian, hingga transportasinya, kemudian didistribusikan ke siswa di pusat pengujian, diawasi dengan ketat dan direkam dengan video.

Setiap pekerja ujian atau pengawas yang terlibat dalam membocorkan kertas ujian akan segera dipecat, dan menghadapi kemungkinan tindakan hukum.

Ini bukan pertama kalinya Rajasthan mematikan internet untuk mengekang kecurangan. Menurut afiliasi CNN CNN-News18, hal yang sama terjadi pada 2018 selama ujian polisi. Kondisi ini membuat industri perbankan dan logistik terhenti,

Langkah-langkah tersebut mungkin terdengar ekstrem - tetapi sejumlah skandal kecurangan yang meluas dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong masalah ini ke permukaan, dengan beberapa yang menarik perhatian internasional. Dalam satu contoh terkenal pada 2015, anggota keluarga di negara bagian Bihar memanjat bagian luar gedung sekolah untuk memberikan lembar contekan kepada anak-anak mereka di dalam, yang sedang mengikuti ujian akhir tahun kelas 10.

Keputusasaan mencerminkan penekanan yang berat pada pendidikan di negara ini. Banyak orang yang mencari sekolah yang layak sehingga dapat menjadi kunci keluar dari kemiskinan.

Sebagai tanggapan, sekolah dan pihak berwenang telah bereksperimen dengan strategi anti-mencontek yang berbeda, meskipun beberapa telah menjadi bumerang dengan memicu kemarahan public. Seperti yang terjadi pada 2019 ketika satu sekolah di negara bagian Karnataka meminta siswa untuk mengenakan kotak kardus di kepala mereka selama ujian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini