Jual 8,2 Kg Sisik Trenggiling, 2 Pemuda Ditangkap

Azhari Sultan, Okezone · Jum'at 01 Oktober 2021 00:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 340 2479535 jual-8-2-kg-sisik-trenggiling-2-pemuda-ditangkap-e5Ksav8fj3.jpg Dua pelaku jual 8,2 kg sisik trenggiling ditangkap. (Ist)

JAMBI - Dua pelaku perdagangan satwa liar yang dilindungi diamankan tim gabungan dari Balai PPHLHK Sumatera, SPORC Harimau Jambi, Polda Jambi serta BKSDA Jambi.

Dari tangan pemuda berinisial RA (21), warga Thehok dan WA (26) warga Kombering Ilir, Sumatera Selatan ini, petugas menyita barang bukti 8,2 kg sisik trenggiling.

Komandan Brigade SPORC Harimau Jambi, Beth Venri, mengungkapkan penangkapan kedua pelaku perdagangan sisik trenggiling itu dilakukan di kawasan SPBU, Jalan Lintas Timur, Desa Rengas Bandung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Jambi.

Ia menjelaskan, penangkapan kedua pelaku bermula dari informasi masyarakat soal adanya transaksi atau pengiriman paket yang berisikan sisik trenggiling.

Tim BPPHLHK kemudian langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan BKSDA Jambi untuk melakukan penangkapan.

Beruntung, tanpa susah payah dan perlawanan berarti, kedua pelaku berhasil diamankan saat hendak memperdagangkan sisik trenggiling (manis javanica).

Saat digeledah, petugas menemukan sisik Trenggiling dari satwa yang dilindungi.

"Dari tangan pelaku, penyidik mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, dua unit handphone dan sisik trenggiling sebanyak kurang lebih 8,2 kilogram," ucap Beth Venri, Kamis (30/9/2021).

Dia menambahkan, saat ini kedua pelaku sedang menjalani pemeriksaan dihadapan penyidik PPNS BPPHLHK.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku diganjar Pasal 21 ayat (2) huruf d dengan ketentuan pidana Pasal 40 ayat (2), Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dia juga mengatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka rencananya akan ditahan di rutan Mapolda Jambi untuk 20 hari kedepan.

"Tim akan terus menggali keterangan dari pelaku untuk pengembangan kasusnya," tutur Beth Vendri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini