Share

Tunangan Khashoggi Desak AS Minta Pertanggungjawaban Saudi

Agregasi VOA, · Senin 04 Oktober 2021 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 18 2480789 tunangan-khashoggi-desak-as-minta-pertanggungjawaban-saudi-qFzhdHBL8m.jpg Aksi demonstrasi terkait pembunuhan Jamal Khashoggi (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Tunangan mendiang wartawan Jamal Khashoggi, pada Jumat (1/10), mempertanyakan komitmen Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk meminta pertanggungjawaban Kerajaan Arab Saudi tiga tahun setelah terjadinya pembunuhan brutal terhadap kekasihnya.

Menandai peringatan kematian Khashoggi, Hatice Cengiz melakukan perjalanan ke Washington untuk melakukan demonstrasi di luar kedutaan Saudi dan berjaga di dekat Gedung Capitol, ketika dia memamerkan potret Khashoggi yang terbuat dari kolom surat kabar.

Dia menyuarakan kekecewaan beberapa hari menjelang peringatan itu. Penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman yang menurut intelijen AS memerintahkan pembunuhan itu.

 (Baca juga: Investigasi Kematian Khashoggi, Penyelidik PBB Disebut Terima "Ancaman Pembunuhan" dari Pejabat Saudi)

"Apakah seperti ini pertanggungjawaban yang dijanjikan Biden?" tanyanya pada acara yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia.

"MBS mengambil Jamal dari saya dan seluruh dunia. Apakah Anda akan meminta pertanggungjawabannya atau akankah Anda memberi penghargaan kepada para pembunuh ini?" terangnya mengacu pada pewaris tahta kerajaan berusia 36 tahun itu.

Khashoggi, seorang Saudi terkemuka yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat, mengkritisi MBS di kolom The Washington Post.

 (Baca juga: Pejabat Saudi Bantah Lontarkan Ancaman Pembunuhan Terhadap Penyelidik PBB)

Pada 2 Oktober 2018, ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen untuk menikahi Cengiz, yang berkewarganegaraan Turki. Menurut pejabat AS dan Turki, regu pembunuh Saudi yang telah menunggu kemudian mencekiknya dan memotong-motong tubuhnya.

Presiden AS pada saat itu Donald Trump mengecilkan episode tersebut, dengan mengatakan bahwa lebih penting bahwa Arab Saudi membeli senjata AS dan berbagi permusuhan terhadap Iran.

Biden bersumpah akan melakukan pendekatan yang lebih keras, mendeklasifikasi intelijen dan menjatuhkan sanksi kepada Saudi meskipun tidak pada putra mahkota itu sendiri.

Follow Berita Okezone di Google News

(sst)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini