Taliban Sebut AS Setuju Kirim Bantuan ke Afghanistan

Agregasi VOA, · Selasa 12 Oktober 2021 05:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 18 2484834 taliban-sebut-as-setuju-kirim-bantuan-ke-afghanistan-RPjAkEwp2I.jpg Juru bicara Taliban Suhail Shaheen (Foto: AP via VOA)

KABUL - Pemerintah Taliban yang berkuasa di Afghanistan pada Minggu (10/10) mengatakan bahwa diskusi antara pihaknya dengan Amerika Serikat (AS) di Qatar "berjalan baik" dan "jujur".

Pertemuan tersebut merupakan pertemuan tatap muka pertama pada tingkat senior sejak kelompok itu merebut kekuasaan setelah pasukan AS mundur pada akhir Agustus lalu.

“Diskusi terperinci mengenai semua isu relevan diadakan dalam pertemuan itu , dan berbagai upaya akan dilakukan untuk memperbaiki hubungan diplomatik," kata juru bicara Taliban Suhail Shaheen dalam pernyataannya usai pertemuan tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam pernyataan yang dirilis Minggu malam (10/10) membenarkan bahwa perundingan dengan Taliban berlangsung secara "jujur dan profesional," menambahkan bahwa "Taliban akan dinilai berdasarkan aksinya, bukan hanya kata-katanya."

(Baca juga: Taliban Minta AS Cairkan Aset Keuangan Afghanistan)

Pernyataan itu menjelaskan isu-isu lain yang dibahas termasuk tentang "keprihatinan keamanan dan terorisme dan perjalanan yang aman bagi warga negara AS, warga negara lain dan mitra-mitra kami yang berkewarganegaraan Afghanistan, serta urusan HAM, termasuk partisipasi penting perempuan dan anak perempuan dalam semua aspek lapisan masyarakat Afghanistan”.

Pernyataan Price mengatakan AS dan Taliban "membahas persyaratan AS mengenai bantuan kemanusiaan langsung kepada rakyat Afghanistan."

(Baca juga: Delegasi AS Akan Bertemu Taliban, Bukan untuk Memberi Pengakuan)

Shaheen, juru bicara Taliban yang berbasis di Doha dan juga perwakilan Taliban di PBB, mengatakan "perwakilan AS menyatakan bahwa mereka akan memberi bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan, akan menyediakan fasilitas bagi organisasi kemanusiaan lain untuk mengantar bantuan." Pertemuan itu dimulai Sabtu (9/10) di ibukota Qatar, Doha.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini