PM Belanda: Putri Mahkota Bisa Menikah dengan Wanita dan Menjadi Ratu

Susi Susanti, Okezone · Rabu 13 Oktober 2021 09:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 18 2485487 pm-belanda-putri-mahkota-bisa-menikah-dengan-wanita-dan-menjadi-ratu-hnEzfbpk8n.jpg Putri Mahkota Belanda Putri Amalia bersama sang ayah, Raja Belanda (Foto: Netherland News Live)

BELANDA - Pernikahan sesama jenis telah sah di Belanda sejak 2001 tetapi selalu diasumsikan bahwa itu tidak dapat diterapkan pada putra atau putri mahkota karena harus ada pewaris takhta.

Saat ini Perdana Menteri (PM) sementara Mark Rutte telah menjelaskan bahwa raja atau ratu mana pun juga dapat menikahi orang yang berjenis kelamin sama.

Pewaris takhta Belanda, Putri Amalia, akan berusia 18 tahun pada Desember mendatang.

Rutte mengatakan itu semua tentang "situasi teoretis" tetapi ratu berikutnya bisa menikahi seorang wanita.

"Oleh karena itu kabinet tidak melihat bahwa pewaris takhta atau raja harus turun tahta jika dia ingin menikah dengan pasangan yang berjenis kelamin sama," jelasnya menjawab pertanyaan tertulis di parlemen dari partainya sendiri.

(Baca juga: Larang Pernikahan Sesama Jenis, Vatikan: Tuhan Tak Dapat Berkati Dosa)

Sebagai anak tertua Raja Willem-Alexander, masa depan Putri Amalia menjadi sorotan. Hal ini terlihat dari satu buku selama musim panas mengangkat isu tentang apa yang mungkin terjadi jika dia memilih untuk menikahi pasangan sesama jenis.

Buku itu tidak berspekulasi tentang kehidupan pribadi sang putri, dan tidak ada indikasi pernikahan apa pun. Amalia diperkirakan akan masuk universitas tahun depan dan dia telah menolak pendapatan kerajaan yang menjadi haknya saat dia masih mahasiswa.

 (Baca juga: Taiwan Akan Sahkan RUU Pernikahan Sesama Jenis?)

Pertanyaan itu mendorong dua anggota parlemen dari partai VVD liberal, tempat bernaung Rutte untuk bertanya apakah pembatasan pernikahan kerajaan saat ini sesuai dengan "norma dan nilai 2021".

Meskipun kabinet menjelaskan bahwa pernikahan sesama jenis dimungkinkan, yang tidak diketahui adalah apa yang akan terjadi pada suksesi jika ada anak yang lahir dari pernikahan kerajaan sesama jenis, misalnya melalui adopsi atau donor sperma.

"Ini sangat rumit. Konstitusi Belanda menyatakan bahwa raja atau ratu hanya dapat digantikan oleh keturunan yang sah,” lanjutnya.

Rutte mengatakan bahwa itu murni teoretis pada tahap ini tetapi itu akan tergantung pada parlemen, yang harus memberikan persetujuan untuk pernikahan kerajaan.

"Mari kita menyeberangi jembatan itu jika kita sampai di sana," katanya kepada TV Belanda.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini