Bocah 2 Tahun Tembak Sang Ibu Saat Zoom, Ayahnya Ditangkap

Vanessa Nathania, Okezone · Sabtu 16 Oktober 2021 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 18 2487229 bocah-2-tahun-tembak-sang-ibu-saat-zoom-ayahnya-ditangkap-qbPVx51Hep.jpg Pria ini ditangkap usai anaknya bunuh sang ibu (Foto: Seminole County Sheriff's Office)

FLORIDA - Seorang ayah asal Florida, Amerika Serikat (AS) telah ditangkap dan didakwa atas penembakan fatal terhadap pacarnya yang dilakukan oleh anak dari pasangan tersebut, yang genap berusia dua tahun pada Agustus lalu.

Polisi mengatakan balita itu menemukan senjata Veondre Avery yang diletakkan di dalam ransel anak-anak sementara ibunya, Shamaya Lynn sedang mengadakan pertemuan melalui panggilan video untuk urusan kerjanya melalui Zoom.

Avery, 22, dituduh melakukan pembunuhan dan gagal menyimpan senjata api dengan aman.

Catatan pengadilan menunjukkan dia belum memiliki pengacara dan belum mengajukan pembelaan.

Pembunuhan adalah kejahatan yang dapat dihukum hingga 15 tahun penjara. Avery juga bisa menghadapi 15 tahun masa percobaan dan denda USD10.000 (Rp141 juta).

(Baca juga: Menyamar Jadi Pengacara, Pria Bersenjata Tembak Mati Bos Mafia di Ruang Sidang)

Menurut polisi Altamonte Springs, pistol itu disimpan tanpa pengaman di dalam ransel anak-anak yang ditinggalkan di lantai kamar tidur pasangan itu.

Mereka mengatakan balita itu mengambil senjata, bergerak di belakang ibu dan melepaskan satu tembakan.

(Baca juga: Cemburu Buta, Istri Tembak Mati Wanita Muda yang Duduk di Sebelah Suaminya di Bar)

Salah satu rekan kerja Lynn di panggilan video Zoom yang pertama kali menelepon paggilan darurat dalam insiden 11 Agustus tersebut. Dia melaporkan mendengar suara keras dan melihat Lynn jatuh ke belakang.

"Salah satu dari wanita dipanggilan video itu tewas... Dia menyalakan kameranya saat kejadian. Bayinya menangis di belakang," kata rekan kerja itu dalam panggilan yang dirilis oleh polisi ke media lokal.

Menurut surat kabar Orlando Sentinel, ketika Avery kembali ke rumah, dia menemukan pacarnya berdarah-darah di lantai. Dia menelepon polisi dan meminta paramedis untuk "cepat datang".

Selama panggilan, Avery mengatakan dia baru saja kembali ke rumah dan tidak tahu apa yang terjadi. Dia bisa mendengar hasil CPR saat dia menunggu bantuan datang.

Responden pertama berusaha membantu wanita berusia 21 tahun itu, tetapi dia dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

"Keputusan Anda memiliki konsekuensi," kata petugas polisi Altamonte Springs Roberto Ruiz dalam konferensi pers pada Selasa (12/10).

"Anda memiliki tanggung jawab sebagai pemilik senjata untuk menjaga senjata api itu,” lanjutnya.

Tak satu pun dari dua anak pasangan itu, yang keduanya sama-sama berada di rumah mengalami luka saat insiden tersebut. Keduanya kini dalam perawatan anggota keluarga lainnya.

Avery dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 23 November.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini