Kabupaten Sumbawa Diterjang Angin Badai, Sejumlah Rumah Rusak Berat

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 16 Oktober 2021 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 340 2487323 kabupaten-sumbawa-diterjang-angin-badai-sejumlah-rumah-rusak-berat-ru2SwZDgTB.jpg Rumah di Sumbawa rusak akibat angin kencang (foto: dok BNPB)

JAKARTA - Angin kencang menerjang Desa Supukur di Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat 15 Oktober 2021 pada pukul 17.00 WITA. Fenomena alam ini terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin yang mengakibatkan sejumlah pemukiman warga mengalami rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menginformasikan terdapat 10 rumah terdampak dengan kategori rusak sedang. Keadaan ini terlihat dari bagian atap rumah warga yang terlepas saat angin kencang menerjang.

"Fenomena ini juga mengakibatkan warga yang terdampak mengungsi ke rumah kerabat terdekat," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (16/10/2021).

 Baca juga: BMKG: Angin Kencang Diprediksi Landa Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Saat ini, kata Muhari, BPBD Kabupaten Sumbawa telah melakukan pendataan, monitoring, dan melakukan koordinasi lintas instansi untuk melakukan penanganan darurat. Lokasi kejadian yang merupakan pegunungan, menjadi salah satu kendala dalam pendistribusian logistik saat ini.

"Tim gabungan dan masyarakat setempat bergotong royong untuk melakukan pemotongan atau pembersihan pohon-pohon tumbang yang menghalangi ruas jalan," tuturnya.

Baca juga:  Tiga Rumah di Aceh Barat Rusak Diterjang Angin Kencang, 11 Jiwa Terdampak

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan wilayah Sumbawa memiliki potensi terjadinya hujan yang dapat disertai angin kencang hingga Minggu (17/10).

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca peralihan musim yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi. Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui info BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini