JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan kasus Covid-19 yang kian menurun di Indonesia berkorelasi positif terhadap pemulihan ekonomi nasional. Terbuktinya aktivitas ekonomi di segala lini perlahan mulai bangkit.
Hal itu dikatakan Wapres saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk "Peran Santri dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi," Kamis (22/10/2021).
"Keberhasilan penanganan kasus Covid-19 tersebut berkorelasi positif terhadap pemulihan ekonomi nasional," ucapnya.
Menurut Wapres, semua pihak patut bersyukur bahwa berbagai upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 melalui pelaksanaan program vaksinasi, penerapan protokol kesehatan, kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat, dan upaya penyembuhan pasien terus menunjukkan hasil yang menggembirakan, yakni semakin menurunnya kasus Covid-19 di Tanah Air.
"Kementerian Keuangan menyebutkan, sejumlah indikator ekonomi terus menunjukkan perbaikan. Aktivitas konsumsi mulai meningkat ditunjukkan oleh retail sales index yang mengalami kenaikan," ujarnya.
Sementara, lanjut dia, aktivitas produksi juga mulai meningkat antara lain ditunjukkan dengan purchasing managers index atau PMI manufaktur yang membaik, serta konsumsi listrik yang meningkat, bahkan lebih tinggi dari tingkat sebelum pandemi, utamanya didorong konsumsi listrik industri.
"Dari sisi ekspor-impor, surplus neraca perdagangan bulan Agustus 2021 mencapai USD4,74 miliar, tertinggi dalam sejarah Indonesia. Semua itu membuktikan adanya pemulihan ekonomi nasional," tuturnya.
Kendati demikian, Wapres mengingatkan segala capaian positif tersebut tidak boleh membuat terlena, sehingga abai sektor kesehatan dan menyebabkan gelombang ketiga virus corona. Inilah yang harus dihindari.
Baca Juga : Peringati Maulid Nabi, Wapres Bicara soal Pemberdayaan Umat
"Kita semua harus optimis namun tetap waspada dan berhati-hati. Harus disadari bahwa kita masih menghadapi berbagai ketidakpastian ke depan, baik dari sisi Covid-19, perkembangan lingkungan global, termasuk gejolak geopolitik yang dapat berimbas pada perekonomian global maupun nasional," tuturnya.