Temuan Covid-19 di Bandung saat PTM, Ridwan Kamil Minta Semua Daerah Tes Acak

Arif Budianto, Koran SI · Minggu 24 Oktober 2021 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 525 2490867 temuan-covid-19-di-bandung-saat-ptm-ridwan-kamil-minta-semua-daerah-tes-acak-OpWnQrotBl.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Dok Ist)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta kabupaten/kota di Jawa Barat melakukan tracing atau tes acak kepada siswa dan guru yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal itu menyikapi temuan kasus 14 sekolah di Bandung ditutup setelah siswa dan gurunya positif Covid-19.

"Selain Bandung belum ada laporan. Nanti saya dorong (daerah lain). Jangan jangan testing rutin, tapi tidak di sekolah. Saya akan arahkan setelah Bandung, daerah lain," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Minggu (24/10/2021).

Menurut dia, temuan kasus di Bandung akan menjadi fokus Pemprov Jabar. Pekan depan, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi, untuk membahas persoalan ini. Sehingga deteksi sedini mungkin bisa dilakukan agar kasus Covid-19 tidak kembali naik.

"Minggu ini saya rapat, kami evaluasi terus. Kami akan fokus lakukan tes sipling acak di sekolah. Karena Covid-19 surut ini bukan karena sudah hilang. Tapi rasio testing harian kita rendah, tapi jumlah testing tidak pernah diturunkan," ujarnya.

Baca Juga : Kabupaten Bogor Dikeluarkan dari Aglomerasi PPKM Jabodetabek, Ini Respons Ridwan Kamil

Sebagaimana diketahui, sebanyak 14 sekolah di Kota Bandung dihentikan sementara pelaksanaan PTM terbatas. Hal itu menyusul temuan lebih dari 70 siswa dan guru yang dilakukan tes acak. Tes Acak targetnya akan menyasar sekitar 4.500 siswa dan guru.

Ketika ditanya apakah temuan kasus tersebut, PTM akan dihentikan seluruhnya. Emil mengaku pihaknya menggunakan pendekatan ilmiah dalam menangani Covid-19.

"Enggak dihentikan semua. Covid mengajarkan kita harus proposional. Dulu kasus di desa rendah, tapi ikut PPKM juga. Kita basisnya ilmiah," ujar dia.

Emil juga mengapresiasi kerja cepat komite Covid Kota Bandung atas temuan tersbeut. Menurut dia, SOP jika ditemukan kasus di sekolah memang harus ditutup. Kemudian ditracing apabila siswa dan guru yang kena.

"Tinggal ditingkatkan lagi, apakah sudah di vaksin apa belum. Karena belum semua pelajar di vaksin. Walaupun kecepatan vaksin kita capai 400 ribu per hari," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini